Pramono Targetkan Gunungan Sampah di Rusun Waduk Pluit Bersih dalam 10 Hari

Pemprov DKI Jakarta mengerahkan alat berat, truk, dan personel untuk menuntaskan penumpukan sampah di Rusun Waduk Pluit yang ditargetkan selesai dalam 10 hari.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 15 Juli 2026, 20:49 WIB
Kendaraan eskavator dan tongkang Dinas Tata Air DKI Jakarta mengeruk lumpur dan sampah dari Waduk Pluit, Jakarta. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan penanganan penumpukan sampah di Rusun Waduk Pluit, Jakarta Utara, rampung dalam waktu paling lama 10 hari. Untuk mempercepat proses pembersihan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengerahkan alat berat, truk pengangkut, dan personel ke lokasi.

Pemprov DKI Jakarta mengerahkan alat berat, truk, dan personel untuk menuntaskan penumpukan sampah di Rusun Waduk Pluit yang ditargetkan selesai dalam 10 hari.

Pramono menjelaskan, penumpukan sampah terjadi akibat antrean pengangkutan dari tempat penampungan sementara (TPS) menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Seperti kita ketahui, di Rusun Waduk Pluit karena adanya keterlambatan antrean di TPS-TPS yang ada kemudian ke Bantargebang, terjadi penumpukan. Dan saya sudah meminta untuk diselesaikan selambat-lambatnya 8 sampai 10 hari," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurut dia, saat ini satu unit alat berat, tiga truk pengangkut sampah, dan 10 personel telah diterjunkan untuk mempercepat proses pembersihan.

"Hari ini yang sudah bekerja ada satu alat berat, tiga unit truk, dan 10 personel yang bekerja di lapangan. Satu-dua hari ke depan akan kami tambah, mudah-mudahan 8 sampai 10 hari akan selesai," ujarnya.

Pramono menambahkan, jumlah armada dan personel akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan agar pengangkutan sampah berjalan lebih cepat tanpa mengganggu aktivitas penghuni rumah susun.

 

Minta Pengelolaan Sampah Dievaluasi

Pekerja dengan menggunakan alat berat mengeruk endapan sampah yang bercampur lumpur di Waduk Pluit. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Selain penanganan jangka pendek, Pramono meminta pengelolaan sampah di Rusun Waduk Pluit dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Menurut dia, sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah perlu diperbaiki sehingga pelayanan kebersihan tetap berjalan optimal, termasuk ketika terjadi antrean pengiriman sampah ke TPST Bantargebang.

"Saya meminta untuk secara khusus pengelolaan Waduk Pluit ini dikelola kembali dengan aturan dan cara yang lebih baik. Supaya tidak terjadi seperti yang sekarang ini ada penumpukan dan sebagainya," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Ardiyanto mengatakan penanganan diperkirakan membutuhkan sekitar 30 rit pengangkutan dan ditargetkan selesai dalam waktu 7 hingga 10 hari.

"Kami bekerja secara intensif dengan mengoptimalkan seluruh armada, alat berat, dan personel di lapangan. Targetnya, tumpukan sampah dapat ditangani dalam waktu 10 hari sehingga kondisi TPS kembali normal dan pelayanan kebersihan kepada warga berjalan dengan baik," ujar Ardiyanto.

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya