Hasil Autopsi Kerangka Manusia Berambut Panjang di Sukabumi

Tim forensik merilis ciri fisik jasad tanpa identitas yang ditemukan di perkebunan jati Sukabumi.

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 15 Juli 2026, 19:39 WIB
Tim Forensik RS Bhayangkara Setukpa melakukan proses autopsi dan visum menyeluruh terhadap jasad tanpa identitas yang ditemukan di area perkebunan pohon jati, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Sukabumi. (Liputan6.com/Fira)

Liputan6.com, Jakarta - Tim Forensik RS Bhayangkara Setukpa telah merampungkan proses autopsi dan visum menyeluruh terhadap jasad tanpa identitas yang ditemukan di area perkebunan pohon jati, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Sukabumi.

Kepala Administrasi Pelayanan (Paminyan) Dokpol RS Bhayangkara, IPDA drg. Yurinda Reygita, mengungkapkan sejumlah kemiripan fisik dan pakaian yang melekat pada jasad tersebut guna mempermudah proses pencocokan identitas korban.

"Senin malam (13/7) sekitar pukul 20.50 WIB, Tim Forensik Bhayangkara Stupa menerima jenazah tanpa identitas. Lalu kami lakukan pemeriksaan visum luar dan dalam, oleh dokter forensik dan dokter gigi forensik," ujar IPDA drg. Yurinda Reygita, Rabu (15/7/2026).

Pemeriksaan yang berlangsung selama beberapa jam tersebut berjalan tanpa kendala. Usai autopsi, tim medis langsung melakukan perawatan jenazah secara layak sebelum diserahkan ke Polsek Sagaranten.

"Dari hasil pemeriksaan yang kami dapatkan, dokter gigi, dokter forensik melalui tulang-tulang jenazah kami dapatkan bahwa jenazah berjenis kelamin perempuan," lanjutnya.

Berdasarkan pemeriksaan struktur tulang dan diperkuat oleh analisis spesifik dari dokter gigi forensik (odontologi), petugas memastikan jasad tersebut merupakan seorang perempuan yang usianya belum terlalu tua.

 

Proses Hukum

Tim Forensik RS Bhayangkara Setukpa melakukan proses autopsi dan visum menyeluruh terhadap jasad tanpa identitas yang ditemukan di area perkebunan pohon jati, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Sukabumi. (Liputan6.com/Fira)

Seluruh data medis primer kini telah resmi diserahkan kepada pihak penyidik Polsek Sagaranten untuk proses hukum lebih lanjut.

"Diperkuat dari dokter gigi forensik bahwa jenazah berjenis kelamin perempuan, dengan rentan usia menjelang dewasa. Saat jenazah ditemukan sudah dalam proses pembusukan, dan kami lakukan pengambilan sampel DNA serta histopatologi," terangnya.

Meskipun indikasi fisik luar seperti bekas behel dan rambut sambungan sudah dikantongi, tim forensik menegaskan pembusukan yang terjadi di seluruh tubuh membuat polisi harus menunggu hasil uji DNA untuk konfirmasi mutlak.

"Untuk yang kami temukan terakhir itu seluruh tubuh, (pembusukannya). Untuk selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Polsek Sagaranten. Selanjutnya kami serahkan kepada penyidik," sambung dia.

Geger Temuan Kerangka Manusia

Pihak kepolisian dibantu aparat desa dan masyarakaty mengevakuasi kerangka berambut panjang yang ditemukan di perkebunan pohon jati. (Liputan6.com/ Fira Syahrin)

Penemuan sesosok mayat misterius yang sebagian besar kondisinya telah menjadi kerangka menggemparkan warga di sekitar area perkebunan pohon jati milik PT IBP, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Sukabumi Senin (13/7/2026).

Kapolsek Sagaranten, AKP Akhmad Suryana Bande, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan warga mengenai dugaan penemuan kerangka manusia tersebut.

Unit Reskrim pun langsung diterjunkan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan awal.

"Benar, kami menerima laporan terkait dugaan penemuan kerangka manusia. Tim Unit Reskrim dipimpin Kanit Reskrim langsung bergerak mendatangi TKP," ujar AKP Akhmad Suryana Bande saat dikonfirmasi.

Misteri menyelimuti jasad ini lantaran kondisi fisiknya yang sudah rusak parah dari bagian wajah hingga paha dan mengeluarkan aroma menyengat.

Petugas di lapangan harus bekerja ekstra keras karena tidak ada petunjuk visual yang tersisa pada bagian muka korban.

"Kondisi wajah hingga paha sudah menjadi kerangka dan tidak bisa dikenali. Namun, pada bagian telapak kaki masih tersisa sedikit kulit," jelas dia.

Selain itu, polisi juga tidak menemukan kartu pengenal atau dokumen di sekitar lokasi.

Sebagai gantinya, polisi mengamankan beberapa benda terdekat yang diduga kuat milik korban untuk menjadi petunjuk penting.

"Identitasnya belum diketahui karena tidak ada kartu pengenal. Di TKP kami hanya mengamankan pakaian berwarna merah, kaos hitam, serta rambut berukuran panjang," tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya