Liputan6.com, Washington, DC - Tiga drone Corsair milik Amerika Serikat (AS) menyerang fasilitas pemeliharaan kapal selam dan kapal di Pelabuhan Bandar Abbas, Iran, pada Minggu (12/7/2026).
Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui unggahan di X pada Senin (13/7) menyatakan serangan tersebut merupakan penggunaan drone laut pertama oleh pasukan AS dalam operasi tempur.
Advertisement
Serangan itu menunjukkan semakin besarnya peran drone dalam operasi tempur AS. Menurut CENTCOM, serangan tersebut mengurangi kemampuan Iran untuk terus menyerang kapal-kapal niaga.
CENTCOM turut mengunggah video yang memperlihatkan drone-drone laut meledak di dekat dua dermaga. Ledakan itu memicu kebakaran dan membuat asap membubung di atas kawasan pelabuhan.
Bulan lalu, militer AS menggunakan drone Corsair untuk membantu menyelamatkan dua penerbang Angkatan Darat AS setelah helikopter serang Apache mereka ditembak jatuh oleh Iran.
Corsair diproduksi oleh Saronic Technologies, perusahaan yang berbasis di Texas. Menurut perusahaan tersebut, drone laut bertenaga diesel sepanjang sekitar 7,3 meter itu dapat dibawa oleh kapal yang lebih besar, lalu diturunkan ke laut dan diangkat kembali setelah digunakan tanpa kapal pengangkut harus kembali ke pelabuhan.
Blokade Maritim terhadap Iran
Sementara itu, Pusat Informasi Maritim Bersama (JMIC) yang dipimpin Angkatan Laut AS pada Senin menyatakan akan mulai memberlakukan blokade maritim terhadap Iran pada Selasa (14/7).
Dalam peringatannya, JMIC menyatakan blokade berlaku terhadap lalu lintas kapal yang menuju atau meninggalkan seluruh pelabuhan dan terminal minyak Iran, serta kawasan perairan di sepanjang pesisir negara tersebut.
Blokade akan diberlakukan terhadap semua lalu lintas kapal, tanpa memandang bendera yang dikibarkan.
"Setiap kapal yang diduga memasuki atau meninggalkan wilayah yang diblokade tanpa izin dapat dicegat, dialihkan, dan disita. Kapal yang tidak mematuhi ketentuan dapat dipaksa dengan menggunakan kekuatan sesuai hukum," demikian pernyataan JMIC.
JMIC menyatakan pelayaran kapal-kapal netral melalui Selat Hormuz menuju atau dari tujuan di luar Iran tidak akan dihambat.