Pertamina Patra Niaga Menurunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli 2026

Pertamina Patra Niaga mengatakan penyesuaian harga Bright Gas merupakan bagian dari evaluasi berkala perusahaan.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 14 Juli 2026, 22:54 WIB
Pekerja menata tabung Bright Gas 5,5 Kg usai pengisian di Depot and Filling Station LPG Pertamina Plumpang,Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pertamina Patra Niaga menurunkan harga produk Bright Gas yang berlaku efektif mulai 14 Juli 2026. Penyesuaian harga ini merupakan bagian dari evaluasi berkala perusahaan dengan mempertimbangkan dinamika pasar dan mekanisme yang berlaku.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga Bright Gas merupakan bagian dari evaluasi berkala perusahaan untuk menghadirkan produk LPG nonsubsidi yang kompetitif bagi masyarakat.

"Penyesuaian harga Bright Gas dilakukan melalui evaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi kondisi pasar, serta tetap mengacu pada mekanisme yang berlaku," ujar Kitty, Selasa (14/7/2026).

Melalui evaluasi tersebut, harga Bright Gas mengalami penurunan sebagai berikut:

  •  Bright Gas 12 kg: dari Rp228.000/tabung menjadi Rp220.000/tabung (turun Rp8.000/tabung)
  • Bright Gas 5,5 kg: dari Rp107.000/tabung menjadi Rp103.000/tabung (turun Rp4.000/tabung).

Harga di atas merupakan Harga Jual Agen Bright Gas untuk wilayah Pulau Jawa yang berlaku efektif mulai 14 Juli 2026. Harga di wilayah lain dapat berbeda sesuai ketentuan yang berlaku.

"Selain menghadirkan harga yang lebih kompetitif, kami juga terus memastikan kualitas Bright Gas tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menikmati LPG yang aman, praktis, dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga," tutup Kitty.

Pertamina Patra Niaga Datangkan 45,9 Ribu MT LPG dari Amerika Serikat

PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan energi nasional melalui kedatangan Armada Pertamina Gas 1 (PG1) yang membawa sekitar 45,9 ribu metrik ton Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Freeport, Texas, Amerika Serikat. Dok PPN

PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan energi nasional melalui kedatangan Armada Pertamina Gas 1 (PG1) yang membawa sekitar 45,9 ribu metrik ton Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Freeport, Texas, Amerika Serikat.

Pasokan tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan LPG nasional guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor produktif, sekaligus memperkuat ketahanan energi di tengah dinamika pasar energi global.

VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan bahwa ketahanan energi merupakan fondasi penting dalam mendukung aktivitas masyarakat sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, perusahaan terus memperkuat keandalan rantai pasok energi melalui diversifikasi sumber pasokan, optimalisasi infrastruktur logistik, serta distribusi yang tepat waktu dan berkelanjutan.

"Di tengah dinamika energi global, menjaga keandalan pasokan merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Pertamina Patra Niaga terus memastikan setiap mata rantai pasok, mulai dari pengadaan hingga distribusi, berjalan secara terintegrasi agar kebutuhan energi masyarakat dan sektor produktif tetap terpenuhi. Kedatangan Pertamina Gas 1 menjadi wujud nyata komitmen kami dalam memastikan pasokan LPG tetap tersedia secara aman, andal, dan berkelanjutan," ujar Kitty di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Muatan yang diangkut Pertamina Gas 1 terdiri atas sekitar 23 ribu metrik ton Propane dan 22,8 ribu metrik ton Butane. Pengadaan pasokan dari berbagai sumber global menjadi bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga untuk memastikan ketersediaan LPG nasional melalui pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi, mulai dari pengadaan, transportasi, penyimpanan, hingga distribusi.

Dikirim ke 2 Daerah

Muatan LPG yang dibawa Pertamina Gas 1 setara dengan sekitar 15,2 juta tabung LPG 3 kilogram. Tiba di Indonesia, sekitar 26 ribu metrik ton dibongkar di Terminal LPG Sekong, Banten dan sekitar 19,9 ribu metrik ton akan dibongkar di Terminal LPG Arun, Aceh.

Pasokan tersebut selanjutnya akan memperkuat stok nasional sebelum didistribusikan melalui jaringan infrastruktur Pertamina Patra Niaga sesuai kebutuhan guna menjaga keandalan pasokan LPG bagi masyarakat.

Pertamina Gas 1 bertolak dari Freeport (US FPO), Texas, Amerika Serikat, pada 29 Mei 2026 dan menempuh pelayaran lintas samudra menuju Indonesia dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan keandalan operasional.

Pengiriman ini mencerminkan kapabilitas Pertamina Patra Niaga dalam mengelola rantai pasok energi global secara profesional sehingga pasokan LPG dapat tiba sesuai jadwal untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya