Bantuan Pangan Beras Meluncur Agustus 2026, Bapanas Tunggu Anggaran Cair

Bapanas telah mengajukan anggaran kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait bantuan pangan.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 14 Juli 2026, 20:30 WIB
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (14/7/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan pelaksanaan distribusi bantuan pangan beras. Bantuan pangan beras tahap II ini akan bergulir mulai Agustus 2026.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan, bantuan pangan beras tahap I cenderung efektif dan sudah menjangkai 99,7 persen penerima. Masih tersisa beberapa daerah yang belum terdistribusi penuh.

"Tahap kedua kita diputuskan akan dilakukan sekaliguskan di bulan Agustus mungkin sampai lewat September karena kondisi geografis," ungkap Ketut, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Dia menjelaskan, bantuan pangan beras akan disebar ke 33,24 juta keluarga penerima. Soal kepastian pelaksanaannya, Ketut masih menungg anggaran dicairkan oleh Kementerian Keuangan.

"Tentunya kami sudah melakukan prosesnya mengajukan anggaran ke kemenkeu, sedang di-review oleh Kementerian Keuangan," kata dia.

Setelah anggaran tersedia, Kepala Bapanas/Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman akan mengerahkan jajarannya untuk memulai penyaluran bantuan pangan tersebut.

"Nanti kalau sudah masuk ke DIPA Badan Pangan Nasional, tentu nanti Bapak Kepala Badan menugaskan. Diputuskan tadi, one-shot di bulan Agustus, kalau perlu lewat sampai September," ujar dia.

Bulog Tunggu Penugasan

Sebelumnya, Perum Bulog memastikan siap menyalurkan bantuan pangan beras untuk periode Juli hingga September 2026. Meski stok beras pemerintah telah mencapai sekitar 5,4 juta ton, penyaluran masih menunggu penugasan resmi dari pemerintah dan kepastian anggaran yang tengah diproses melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, program bantuan pangan akan kembali dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat berpenghasilan rendah.

"Oh ya, bantuan ini berlanjut. Kita lagi nunggu penugasannya turun dari Bapanas," kata Rizal dikutip dari Antara, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Rizal, Bulog telah menyiapkan stok dan jaringan distribusi sehingga penyaluran dapat segera dilakukan setelah penugasan diterbitkan.

 

Tunggu Alokasi Dana

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Senin (23/2/2026). (liputan6.com/Arief)

Namun, ia menjelaskan proses tersebut masih menunggu persetujuan alokasi Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dari Kementerian Keuangan. Selama proses anggaran belum rampung, Bapanas juga belum dapat menerbitkan surat penugasan kepada Bulog.

"Kami siap menyalurkan bantuan pangan setelah penugasan dan dukungan anggaran resmi diterbitkan," ujarnya.

Rizal menuturkan, seluruh tahapan administrasi harus diselesaikan terlebih dahulu sesuai ketentuan pemerintah sebelum bantuan pangan mulai disalurkan kepada masyarakat.

 

Bantuan Pangan Februari-Maret 2026 Kelar

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 yang berlangsung pada 11–12 Januari 2026. (Dok Bulog)

Meski demikian, ia memastikan kesiapan Bulog dari sisi stok maupun jaringan distribusi tidak menjadi kendala. Rizal juga mengungkapkan penyaluran bantuan pangan beras untuk alokasi Februari dan Maret 2026 telah selesai seluruhnya.

"(Distribusi bantuan pangan alokasi Februari-Maret) sudah selesai, sudah habis," imbuh Rizal.

Dengan rampungnya penyaluran sebelumnya, Bulog kini bersiap menjalankan penugasan baru apabila seluruh proses administrasi dan pendanaan telah diselesaikan pemerintah.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya