Pungli Sentra Kuliner Terbongkar, Pejabat di Surabaya Dicopot

Wali Kota Surabay semprot dan copot Lurah Tambak Wedi.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 14 Juli 2026, 08:04 WIB
Lurah Tambak Wedi Surabaya Muhammad Yusufian

Liputan6.com, Jakarta - Penghutan liar alias pungli di Sentra Wisata Kuliner Tambak Wedi, Kota Surabaya, Jawa Timur terbongkar. Puluhan pedagang protes ke Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Setiap pedagang ini mengaku dimintai uang jutaan rupiah agar bisa berjualan.

"Saya membayar Rp 3,5 juta. Sudah saya berikan," ucap salah satu pedagang. Dikutip dari Fokus Indosiar, Selasa (14/7/2026).

Pedagang lain memberikan kesaksian lebih detail. Menurutnya jual beli lapak-lapak di sentra wisata kuliner tersebut melibatkan RW.

"Dijual sama RW-nya. Banyak yang dijual. Tiga juta. Ini buktinya," kata pedagang sambil menunjukkan bukti digital.

Saat dikonfirmasi Eri di depan warga, lurah Tambak Wedi Muhammad Yusufian tidak bisa menjawab lugas.

"Kamu jadi lurah tidak pernah mengecek, kamu jadi lurah atau jadi apa?" tanya Eri.

"Ngecek pak," jawab Yusufian. "Wong cilik di paguyupan ditinggal, dikontrol. Lha wong cilik ditagih pungli kamu diam saja, tidak bisa gitu jadi pemerintah. Lepas saja bajumu jadi pemerintah. Tidak usah jadi lurah kamu. Ganti saja," tegas Eri.

Usai sidak, Eri melakukan rotasi dan mutasi 32 aparatur sipil negara termasuk lurah Tambak Wedi.

Posisinya digeser dari kepala wilayah menjadi kepala seksi. Dugaan praktik pungli ini juga dilaporkan ke polisi.

"Tidak satu orang yang masuk harus membayar. Yang kedua juga ada yang tidak bisa masuk karena tidak membayar. Kami sudah membuat laporan ke Polres dan kita lakukan pemeriksaan," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya