S&P Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia Bantu Kepercayaan Investor

S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang Indonesia di BBB akan berdampak ke pasar obligasi dan IHSG.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 14 Juli 2026, 06:00 WIB
Layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB (investment grade) dengan outlook stabil pada Senin, 13 Juli 2026. Langkah S&P Global Ratings ini akan berdampak jangka pendek untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Adapun setelah pengumuman S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 1,92% menjadi 6.037,84. Indeks LQ45 menguat 2,23% menjadi 602,37. Seluruh indeks saham acuan melonjak pada Senin, 13 Juli 2026.

Dalam riset PT MNC Sekuritas menyebutkan, S&P melihat pelemahan rupiah dan suku bunga yang tinggi saat ini hanya guncangan jangka pendek. S&P percaya pendapatan negara akan pulih didukung komitmen pemerintah menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap disiplin di bawah 3% Produk Domestik Bruto (PDB).

Selain itu, langkah pemerintah membenahi tata kelola ekspor sumber daya alam diyakini S&P dapat meningkatkan pendapatan negara dan devisa ekspor secara bertahap dalam jangka panjang.

Seiring hal itu, dalam riset MNC Sekuritas menyebutkan, afirmasi rating S&P memperkuat persepsi stabilitas fundamental Indonesia, sehingga berpotensi menjaga premi risiko tetap rendah dan mendukung stabilitas yield Surat Utang Negara (SUN).

"Pada saat yang sama, keputusan ini dapat memperkuat tren arus masuk modal asing ke pasar obligasi yang mulai terbentuk sejak awal Juli. Kami juga menilai keputusan ini membantu kepercayaan investor bagi IHSG dalam jangka pendek,” demikian seperti dikutip dalam riset PT MNC Sekuritas.

Penutupan IHSG 13 Juli 2026

Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan pada perdagangan saham Senin, (13/7/2026). Lonjakan IHSG hari ini setelah lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 1,92% ke posisi 6.037,84. Indeks LQ45 melompat 2,23% menjadi 602,37.Seluruh indeks saham acuan melonjak.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.037,84 dan level terendah 5.898,14. Sebanyak 250 saham melemah sehingga bebani IHSG. 377 saham menguat dan 167 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.702.399 kali dengan volume perdagangan saham 26,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,2 triliun. Sementara itu, posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.095.

 

 

Kata Analis

Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menuturkan, kenaikan IHSG didorong pengumuman lembaga pemeringkat global yakni S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang Indonesia di BBB dalam jangka panjang.

Ia mengatakan, S&P Dow Jones Indices sempat menyuarakan concern yang mirip dengan batasan tenggat waktu dari MSCI (sebelum) November untuk penilaian bukti konkret dan implementasi aturan baru yang konsisten atas transformasi pasar modal. Lembaga penyedia indeks global itu memberikan waktu setahun untuk mungkin mempertimbangkan downgrade menjadi frontier market pada 2027.

Hal itu berdampak terhadap sikap pelaku pasar. “Pelaku pasar sempat nervous kalau sikap S&P Dow Jones Indices ini akan membuat bias pada keputusan review S&P Global akan credit rating Indonesia, ternyata keputusannya outlook masih tetap stable, rating juga tetap di BBB,” kata dia.

Ia menambahkan, IHSG terselamatkan seiring sentimen itu. Namun, Liza mengingatkan kalau isu yang dipermasalahkan belum selesai sehingga dibutuhkan penyelesaian fundamental yang membaik.Apalagi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat menyentuh 18.100.

Sektor Saham

Layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, dilihat dari sektor saham, mayoritas sektor saham menghijau kecuali sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,05% dan sektor saham kesehatan tergelincir 0,26%.

Di sisi lain, sektor saham energi naik 2,66%, sektor saham basic menanjak 2,96%, sektor saham industri melompat 2,44%. Lalu sektor saham consumer siklikal naik 1,99%, sektor saham keuangan mendaki 1,56%, dan sektor saham infrastruktur bertambah 1,57%.

Di sisi lain, sektor saham properti mendaki 0,16%, sektor saham teknologi menanjak 0,17% dan sektor saham transportasi menguat 0,40%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya