Bulog Gandeng Perpadi Produksi 2 Juta Ton Beras Premium

Bulog menggandeng Perpadi mengolah 2 juta ton Cadangan Beras Pemerintah menjadi beras premium komersial sepanjang 2026.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 13 Juli 2026, 20:30 WIB
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat karung berisi beras di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, Kelapa Gading. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog menggandeng Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) untuk mengolah 2 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menjadi beras premium komersial sepanjang 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan nilai tambah cadangan beras sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, kerja sama tersebut telah dibahas bersama pengurus Perpadi dan pelaku usaha penggilingan padi dari berbagai daerah.

"Tadi kita sudah diskusi panjang lebar, intinya teman-teman Perpadi beserta teman-teman penggilingan mendukung sepenuhnya program pemerintah untuk pengolahan CBP menjadi beras komersial sejumlah 2 juta ton di tahun 2026," kata Rizal dikutip dari Antara, Senin (13/7/2026).

Kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman. Melalui kerja sama ini, Bulog akan melibatkan penggilingan padi yang memenuhi persyaratan untuk membantu mengolah cadangan beras pemerintah menjadi beras premium berkualitas tinggi.

Bulog berharap keterlibatan pelaku usaha penggilingan di berbagai daerah dapat mempercepat pelaksanaan program sekaligus menjaga kualitas hasil pengolahan sesuai standar yang ditetapkan.

 

Menyamakan Langkah

Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat karung berisi beras di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, Kelapa Gading. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Untuk mempercepat pelaksanaan program, Bulog meminta seluruh pimpinan wilayah dan cabang segera berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perpadi di masing-masing daerah dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Koordinasi tersebut bertujuan menyamakan langkah pelaksanaan di lapangan, memperkuat komunikasi, serta memastikan seluruh daerah siap menjalankan program secara serentak.

Selain itu, Bulog bersama Perpadi tingkat pusat akan membentuk tim terpadu yang bertugas memverifikasi penggilingan padi yang memenuhi syarat untuk mengolah Cadangan Beras Pemerintah menjadi beras premium.

Rizal juga menginstruksikan agar seluruh hasil koordinasi dilaporkan secara tertulis maupun melalui aplikasi pesan kepada jajaran direksi sebagai bahan evaluasi dan pemantauan pelaksanaan program.

Dengan pola tersebut, Bulog berharap sinergi antara kantor pusat, kantor wilayah, dan pelaku usaha penggilingan dapat berjalan lebih efektif sehingga target pengolahan 2 juta ton beras premium dapat tercapai sesuai rencana.

 

Menjaga Kualitas

Petugas mendata ketersediaan stok beras di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, Kelapa Gading. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Ketua Umum Perpadi Soetarto Alimoeso menyambut baik kepercayaan yang kembali diberikan Bulog kepada organisasinya untuk mendukung pengolahan Cadangan Beras Pemerintah menjadi beras premium.

Menurut dia, kerja sama antara Bulog dan Perpadi bukanlah hal baru. Kedua pihak telah lama bersinergi dalam berbagai program pengadaan maupun pengolahan beras guna menjaga ketersediaan pangan nasional.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha penggilingan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas serta pasokan beras bagi masyarakat.

"Kami menyadari tanpa pemerintah juga tidak bisa apa-apa, begitu juga pemerintah butuh pengusaha. Perpadi mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah dan siap menjalankan sebaik-baiknya," kata Soetarto.

Ia menambahkan, Perpadi berkomitmen mendukung penuh program pemerintah di sektor pangan, termasuk memastikan pengolahan beras premium dari Cadangan Beras Pemerintah berjalan optimal. Dengan sinergi yang kuat antara Bulog dan pelaku usaha, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah cadangan beras sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya