Liputan6.com, Dhaka - Lionel Messi gagal dalam mencetak tendangan penaltinya di Piala Dunia FIFA 2026 melawan Mesir. Hal ini bukan saja menghancurkan hati banyak orang, tapi juga memakan korban.
Dikutip dari NDTV Sports, Selasa (14/7/2026), menurut beberapa media di Bangladesh, Mohammed Shariful Islam berusia 35 kehilangan nyawanya akibat perselisihan memanas saat menonton pertandingan Piala Dunia FIFA Argentina melawan Mesir di sebuah warung teh di Cumilla, Bangladesh.
Advertisement
Laporan di The Daily Star, penanggung jawab Pos Polisi Nazira Bazar, Shankar Kumar Das, berkata bahwa terjadi keributan setelah Messi gagal mencetak tendangan penalti. Hal tersebut terjadi sekitar pukul 11 malam waktu Bangladesh di kawasan Dhanpur, Durgapur Union, Adarsha Sadar Upaliza.
Keributan tersebut meningkat menjadi pertengkaran. Dua pria bernama Babu dan Main Uddin Malu diduga memukul kepala Shariful.
Korban sempat ditolong oleh warga dan dibawa ke rumah sakit Cumilla Medical College. Ia dinyatakan meninggal dunia, kata petugas polisi.
Selain itu, laporan oleh Prothom Alo yang memuat kesaksian dari warga sekitar menyebutkan bahwa Shariful berprofesi sebagai pengendara becak, ian juga seorang pendukung Mesir selama pertandingan berlangsung.
Istrinya, Beauty Banu sangat terpukul. “Bagaimana seseorang bisa membunuh karena pertandingan bola? Kedua anak kami sekarang menjadi yatim. Aku tidak berdaya, bagaimana anak-anakku bisa dihidupi? Keluargaku hancur. Aku berharap hukuman paling berat untuk para pelaku,” tuturnya.
Menurut laporan, kedua pelaku belum ditangkap.
Selain itu, kesaksian lain dari supir beak lainnya adalah saat Messi gagal mencetak gol, Shariful berkata “ayahmu tidak bisa mencetak gol.” Hal itu yang membuat situasi memanas.
Dalam pertandingan tersebut, skor akhir menunjukkan 3-2 dan Argentina dinyatakan sebagai pemenang.