Inggris Bakal Tindak Tegas Kasino Ilegal jadi Sponsor Tim Sepak Bola

Everton FC bekerjasama dengan situs judi ilegal, pemerintah dinilai lamban dalam bertindak.

oleh Cahya Alena FauzaDiterbitkan 13 Juli 2026, 21:00 WIB
Everton berhasil melanjutkan tren positif dalam laga lanjutan Liga Inggris 2025/2026 saat menjamu Burnley di Hill Dickinson Stadium, Liverpool, Inggris, Selasa (03/03/2026). (AP Photo/PA/Peter Byrne)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri di Inggris bergegas menindak kasino yang menjadi sponsor klub olahraga Inggris setelah mendapat kritik keterlambatannya telah membuka jalur bagi firma judi ilegal untuk bekerjasama dengan klub Premier Leaque atau liga primer, Everton FC.

Rencana untuk mendepak operator judi tidak berlisensi ini sudah tertunda sejak Februari lalu, saat Departemen Kebudayaan, Media, dan Olahraga (DCMS) Inggris menyatakan peninjauan akan dimulai pada musim semi.

Melansir The Guardian, Senin (13/7/2026), konsultasi tersebut akan dilakukan pekan ini.

Namun, kesepakatan sponsor yang diresmikan dalam rentang waktu penundaan ini menuai kekhawatiran dari firma judi berlisensi terbesar di Inggris.

Direktur utama Entain, perusahaan pemilik Ladbrokes, Stella David, mendesak Menteri Perjudian, Baroness Twycross awal Juli lalu untuk bergegas, karena kesepakatan sponsor dengan firma tidak berlisensi “pasti sudah difinalisasi”.

Kekhawatirannya menjadi nyata dalam beberapa minggu, saat Everton FC menyepakati sponsor lengan dengan kasino kripto, Stake.com, mengabaikan arahan Komisi Perjudian yang menekan klub untuk berpikir dua kali sebelum membuat perjanjian serupa.

Sumber senior industri mendesak penggemar Everton dan kritik industri perjudian, Andy Burnham, untuk mengecam kesepakatan tersebut.

“Burnham menjadi anti perjudian garis keras saat ia menjabat sebagai walikota Manchester, tapi klub sepakbolanya sendiri mendapat uang dari perusahaan judi tak terdaftar,” ujarnya.

“Kita menghadapi kemungkinan perdana menteri kita mengenakan jersey Everton dan menjadi papan iklan untuk kasino kripto, dan itu tidak masuk akal. Ia harus mengecam kesepakatan Everton secara tegas," ia menambahkan.

Tahun lalu, Stake telah menyerahkan izin operasinya di Inggris di tengah proses peninjauan regulasi praktek.

Selang beberapa hari, Komisi Perjudian memperingati tim olahraga mereka dan pimpinan mereka dapat dituntut jika didapati mempromosikan bisnis judi yang tak berlisensi yang bertransaksi dengan konsumen Inggris. Stake menyatakan bahwa mereka tidak melayani judi di Inggris.

Namun, hukum yang berlaku tidak melarang kasino seperti Stake dari mensponsori klub Inggris. Konsultasi pemerintah akan meminta masukan ahli untuk menutup celah hukum tersebut.

Kontroversi Perusahaan Judi Sponsor Everton FC

Namun, hal tersebut sirna setelah Kiernan Dewsbury-Hall setelah mencetak gol penyeimbang 2-2 pada menit injury time. Hasil imbang tersebut tak mengubah posisi kedua tim dari klasemen Liga Inggris. (AP Photo/PA/Steven Paston)

Stake.com adalah salah satu perusahaan judi terbesar di dunia yang terjerat beberapa kontroversi sebelum akhirnya meninggalkan Inggris tahun lalu saat mitra “white label”-nya, TGP Europe merelakan lisensi operasinya.

Semua bermula saat Komisi Perjudian menginvestigasi alasan branding Stake muncul dalam video yang direkam oleh Bonnie Blue.

Dalam video tersebut, Bonnie Blue membanggakan aksi kontroversial di mana ia mencoba untuk berhubungan intim dengan “anak 18 tahun yang baru saja cukup umur” yang sedang berkuliah di Nottingham Trent University.

Branding oleh Stake juga muncul dalam video viral lainnya di media sosial, termasuk beberapa yang menunjukkan kekerasan dan gambaran eksplisit lainnya.

Stake sebelumnya telah menyatakan, mereka tidak mengizinkan penggunaan logo dan branding-nya oleh pembuat konten tersebut.

The Guardian sebelumnya telah mengungkap praktik kontroversial Stake yang berbasis di Australia, termasuk promosi yang menawarkan taruhan “gratis” sebesar US$ 10, atau sekitar Rp 181 ribu (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.121) kepada siapapun yang bertaruh US$ 5.000 dalam seminggu, atau sekitar Rp 90,6 juta.

Pengungkapan tersebut berujung Everton melarang Stake untuk menggunakan klub tersebut dalam promosi, meskipun kesepakatan komersilnya tetap berlanjut.

Investigasi selanjutnya pada 2022 oleh The Observer, dilansir dari The Guardian, mengungkap kekhawatiran tentang mudahnya akses orang Inggris untuk bertaruh dengan mata uang kripto pada situs tersebut, meski perjudian kripto ilegal di Inggris.

Kala itu, perusahaan mengklaim bahwa mereka mematuhi aturan anti pencucian uang dengan ketat dan proses perjudiannya lebih aman, dan mereka telah memblokir pelanggan yang mencoba berjudi dengan kripto di Inggris menggunakan Virtual Private Network (VPN).

Tanggapan Pemerintah

Andy Burnham, kandidat Partai Buruh untuk daerah pemilihan Makerfield, menyampaikan pidato di hadapan para pendukungnya saat pemilihan sela di Makerfield, Inggris, Kamis (18/6/2026). (Dok. AP/Jon Super)

Proses peninjauan yang dinantikan baru terlaksana satu bulan setelah direktur utama Entain tersebut mendesak Twycross dalam sebuah surat.

Ia mendorong pemerintah untuk memperingatkan Premier League bahwa kesepakatan sponsor klub mereka mungkin akan dibatalkan pertengahan musim jika hasil peninjauan ternyata melarang.

David juga memperingatkan bahwa beberapa kasino tak berlisensi menerima taruhan di Inggris, mengklaim bahwa mereka “menguntungkan jaringan kejahatan internasional, merugikan kas pajak negara, dan berdampak buruk terhadap kesejahteraan konsumen di Inggris, terutama kaum rentan.”

Sebelumnya, Stake mensponsori Front-of-Shirt Everton, namun 2026-2027 menjadi awal kesepakatan antara Premier League dan pemerintah, di mana klub secara sukarela setuju untuk melarang sponsor Front-of-Shirt dengan kasino dan buku olahraga, termasuk operator berlisensi.

Aturan ini membuat operator mensponsori lengan baju dan alat latihan sebagai gantinya, namun tidak ada perubahan aturan mengenai papan iklan di pinggir lapangan.

Juru bicara pemerintah menyatakan, “Operator judi tak berlisensi memiliki izin untuk mensponsori klub-klub sepakbola terbesar kita itu salah, karena mereka mungkin akan menarik penggemar kepada situs yang tidak memenuhi standar regulasi kita.”

“Inilah mengapa kita sedang mencoba melarang operator tak berlisensi dari kesepakatan sponsor olahraga di Inggris, dan konsultasi kami mengenai itu akan segera diluncurkan.”

Everton FC menolak untuk menanggapi, dan Andy Burnham tidak menanggapi permintaan komentar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya