Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 20.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

Berikut daftar lengkap harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Senin, (13/7/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 13 Juli 2026, 09:41 WIB
Pegawai menunjukkan emas batangan 24 karat di gerai Galeri 24, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta -  Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) anjlok pada Senin, (13/7/2026). Harga emas Antam hari ini lebih murah Rp 20.000. Berdasarkan data terbaru dari situs resmi Logam Mulia pada Senin pekan ini, harga emas Antam dipatok Rp 2.635.000 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas Antam dibanderol Rp 2.655.000.

Demikian pula harga jual kembali (buyback) juga mengalami koreksi.  Harga buyback emas Antam turun Rp 20.000. Harga jual kembali emas Antam kini dibanderol Rp 2.395.000 per gram. Sebagai informasi, harga buyback merupakan harga yang berlaku jika pemilik emas ingin menjual kembali logam mulianya kepada Antam.

Adapun harga emas batangan ini bersifat fluktuatif dan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar.

Sebagai catatan historis, harga emas antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis, 29 Januari 2026, yakni menembus Rp 3.168.000 per gram dengan harga buyback di level Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai pergerakan ini bersumber langsung dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki tingkat akurasi dan kredibilitas tinggi bagi masyarakat.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut adalah rincian harga emas batangan Antam untuk berbagai ukuran cetakan sebelum dikenakan pajak:

  • 0,5 gram: Rp 1.367.500
  • 1 gram: Rp 2.635.000
  • 2 gram: Rp 5.220.000
  • 3 gram: Rp 7.812.000
  • 5 gram: Rp 12.990.000
  • 10 gram: Rp 25.900.000
  • 25 gram: Rp 64.585.000
  • 50 gram: Rp 129.005.000
  • 100 gram: Rp 257.860.000
  • 250 gram: Rp 644.340.000
  • 500 gram: Rp 1.288.400.000
  • 1.000 gram (1 kg): Rp 2.575.600.000

Harga Emas Diprediksi Masih Tertekan, Simak Level Support dan Resistance

Ilustrasi harga emas hari ini (dok: Foto AI)

Sebelumnya, prospek harga emas dalam jangka pendek masih dibayangi ketidakpastian. Survei mingguan Kitco News menunjukkan analis Wall Street maupun investor ritel di Main Street belum memiliki pandangan yang sama mengenai arah pergerakan logam mulia pada pekan ini.

Perbedaan pendapat itu muncul setelah harga emas gagal keluar dari fase konsolidasi dan masih tertekan oleh penguatan dolar AS serta tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Dalam survei yang melibatkan 13 analis Wall Street, dikutip dari Kitco, Senin (13/7/2026), sebanyak lima responden atau 38% memperkirakan harga emas akan naik pada pekan ini. Sementara tiga analis atau 23% memprediksi harga emas akan melemah. Adapun lima analis lainnya atau 38% memilih bersikap netral dan memperkirakan harga emas bergerak mendatar.

Hasil yang hampir serupa juga terlihat dari jajak pendapat terhadap investor ritel. Dari 282 responden, sebanyak 117 orang atau 42% memperkirakan harga emas akan naik, sedangkan 108 responden atau 38% memprediksi harga emas turun. Sisanya, 20%, memperkirakan harga emas masih bergerak dalam fase konsolidasi.

 

Fokus pada Kebijakan Federal Reserve

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Menurut Kepala Strategi Mata Uang InvestingLive, Adam Button, prospek emas masih sulit menguat selama konflik di Timur Tengah terus menopang harga minyak.

"Sulit untuk antusias terhadap emas selama konflik di Iran masih berlangsung. Risiko kenaikan harga minyak lebih besar, sehingga justru berpotensi menjadi tekanan bagi emas," katanya.

Sementara itu, analis VR Metals/Resource Letter Mark Leibovit tetap optimistis. Ia memperkirakan harga emas masih berpeluang naik ke kisaran US$ 4.700 hingga US$ 4.800 per ounce dalam beberapa pekan mendatang.

Sejumlah analis pasar memperkirakan harga emas masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek meski ketegangan geopolitik masih berlangsung.

Fokus investor kini tertuju pada data inflasi Amerika Serikat (AS) dan arah kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve) yang dinilai akan menjadi penentu pergerakan logam mulia pada pekan depan.

Analis komoditas senior StoneX Group, Daniel Pavilonis, menilai tren teknikal emas masih lemah. Menurutnya, arus dana mulai beralih ke pasar saham dan sektor teknologi sehingga minat terhadap logam mulia berkurang.

Ia memperkirakan jika harga emas menembus level terendah terbaru, penurunannya dapat berlanjut ke kisaran US$ 3.800 hingga US$ 3.600 per ounce, bahkan tidak menutup kemungkinan bergerak lebih rendah sebelum akhirnya kembali menarik minat beli investor.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya