Pertanian Lebanon Rugi US$ 1 Miliar Imbas Serangan Israel

Kerugian sektor pertanian Lebanon mencapai lebih dari US$ 1 miliar akibat serangan Israel.

oleh Septian DenyDiterbitkan 11 Juli 2026, 22:00 WIB
Ilustrasi. Serangan Israel di Tyre, Lebanon Selatan. (KAWANT HAJU/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Lebanon Nizar Hani mengungkapkan kerugian sektor pertanian Lebanon akibat serangan Israel mencapai lebih dari US$ 1 miliar, dengan hampir seperempat lahan pertanian di negara itu rusak.

"Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling terdampak," kata Hani dikutip dari Antara, Sabtu (11/7/2026).

Dia mengatakan sekitar 22,5 persen lahan pertanian Lebanon, atau sekitar 56.000 hektare, telah rusak.

Evaluasi awal, yang dilakukan bersama Dewan Riset Ilmiah Nasional Lebanon dan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, menaikkan perkiraan kerugian dan kerusakan pertanian Lebanon menjadi lebih dari 1 miliar dolar AS, meningkat dari sekitar 800 juta dolar AS yang diperkirakan pada akhir 2024 lalu, tambahnya.

Lebih lanjut, Hani mengatakan prioritas kementeriannya saat ini adalah memberikan dukungan langsung kepada para petani melalui bantuan uang tunai dan dukungan tenaga kerja. Dia menambahkan bahwa kebun zaitun, rumah kaca plastik, dan sarang lebah termasuk sektor yang paling terdampak.

Mentan Lebanon itu mengumumkan peluncuran proyek untuk merehabilitasi 1.500 rumah kaca di daerah yang terdampak, serta 50 sumur air bertenaga surya untuk membantu memulihkan aktivitas pertanian.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya