Purbaya: Integritas ASN Jadi Kunci Daya Saing

Purbaya mengingatkan mahasiswa PKN STAN bahwa integritas ASN dan tata kelola yang baik akan menentukan daya saing Indonesia di pasar global.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 10 Juli 2026, 16:20 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberi kuliah umum pada puncak Dies Natalis ke-11 PKN STAN Tangerang Selatan, Banten. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan integritas aparatur sipil negara (ASN) menjadi salah satu faktor utama yang menentukan daya saing Indonesia di tengah perubahan ekonomi global yang semakin cepat. Menurutnya, kekuatan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh sumber daya yang dimiliki, tetapi juga kualitas institusi dan tata kelola pemerintahan yang mampu memberikan kepastian bagi dunia usaha dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Purbaya saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN dalam puncak peringatan Dies Natalis ke-11 PKN STAN di Tangerang Selatan, Banten, Jumat (10/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Purbaya mengingatkan para mahasiswa bahwa mereka akan memegang peran penting dalam menjaga daya saing Indonesia melalui pengelolaan keuangan negara yang bersih dan profesional.

"Nanti peran Anda akan menentukan kita bisa bersaing enggak di pasar global. Bea cukai yang bersih, pajak yang bersih, dan streamlining kebijakan kita akan mempengaruhi daya saing Indonesia di pasar domestik maupun dunia. Jadi Anda belajar yang betul, karena nasib kita nanti tergantung Anda semua," kata Purbaya.

Ia menjelaskan tantangan global kini semakin kompleks akibat perang tarif, perubahan rantai pasok global, perkembangan teknologi, hingga dinamika geopolitik yang turut memengaruhi perekonomian Indonesia.

Karena itu, pemerintah dituntut mampu merespons berbagai perubahan tersebut melalui kebijakan yang adaptif, pengelolaan fiskal yang kredibel, serta tata kelola pemerintahan yang semakin baik.

 

Indonesia Harus Cepat Beradaptasi dengan Perubahan Global

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Menurut Purbaya, perubahan global tidak bisa dihindari sehingga pemerintah harus mampu membaca arah perkembangan dunia dan menyesuaikan kebijakan secara cepat.

“Dunia sedang berubah dan perubahan itu tidak menunggu kita siap. Pertanyaannya bukan lagi apakah kita terdampak. Kita pasti terdampak. Pertanyaannya adalah apakah kita cukup cepat membaca arah perubahan, cukup disiplin menjaga APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), dan cukup berani memperbaiki tata kelola,” ujarnya.

Ia menilai penguasaan ilmu pengetahuan saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan tersebut. Integritas, menurutnya, harus menjadi fondasi utama bagi setiap aparatur negara dalam menjalankan amanah publik.

"Kementerian bisa dilatih, sistem bisa dibangun, teknologi bisa dibeli, tetapi integritas harus dijaga sejak awal, setiap hari, terutama ketika tidak ada orang yang melihat," tegas Menkeu.

Purbaya menambahkan, kualitas tata kelola pemerintahan yang baik akan memberikan kepastian hukum dan meningkatkan kepercayaan masyarakat maupun investor. Kondisi itu pada akhirnya akan memperkuat daya saing Indonesia, baik di pasar domestik maupun internasional.

 

Mahasiswa STAN Diminta Menjadi Penjaga Kepercayaan Publik

Dalam kuliah umum tersebut, Purbaya juga mengingatkan mahasiswa PKN STAN bahwa mereka bukan sekadar calon aparatur sipil negara, melainkan calon penjaga kepercayaan publik yang akan mengelola keuangan negara pada masa depan.

"Adik-adik semua adalah calon penjaga kepercayaan publik. APBN bukan sekadar tabel penerimaan dan belanja, tetapi cara negara hadir dalam kehidupan masyarakat," ujarnya.

Di akhir paparannya, Purbaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika PKN STAN yang selama ini berkontribusi mencetak sumber daya manusia berkualitas bagi Kementerian Keuangan maupun berbagai instansi pemerintah.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan semakin banyak talenta yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga profesional, adaptif, dan memiliki integritas tinggi untuk menghadapi perubahan global.

Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, PKN STAN diharapkan terus melahirkan pengelola keuangan negara yang profesional, adaptif, dan berintegritas. Kehadiran SDM berkualitas tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan fiskal, meningkatkan daya saing nasional, serta memastikan setiap kebijakan APBN mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya