Tiga Mantan Perdana Menteri Thailand Sambangi Danantara, Bahas Apa?

CEO Danantara Rosan Roeslani menuturkan, banyak investor asing mencari Danantara untuk menjadi mitra strategis.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 09 Juli 2026, 21:36 WIB
Tiga mantan Perdana Menteri Thailand bertemu dengan pimpinan Danantara (Foto: Danantara)

Liputan6.com, Jakarta - Tiga mantan Perdana Menteri Thailand mendatangi kantor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Pertemuan dengan petinggi Danantara itu membahas peluang kerja sama dan potensi pengembangan sektor prioritas.

Perdana Menteri Thailand periode 2001-2006 sekaligus Dewan Pengawas Danantara, Thaksin Shinawatra memboyong PM Thailand periode 2011-2014 Yingluck Shinawatra, dan PM Thailand periode 2024-2025 Paetongtarn Shinawatra ke kantor Danantara. Ketiganya disambut Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, CIO Danantara Pandu Sjahrir, dan CTO Danantara Sigit Puji Santosa.

"Pertemuan membahas berbagai peluang kerja sama strategis yang dapat mendukung transformasi BUMN dan pembangunan nasional," seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (9/7/2026).

Diskusi difokuskan pada pengembangan sektor-sektor prioritas, percepatan hilirisasi industri, penguatan tata kelola perusahaan, serta transformasi digital melalui pemanfaatan jejaring dan pengalaman global. Pertemuan ini sejalan dengan klaim investor asing yang menaruh minat di proyek Danantara. Rosan Roeslani menyebut Danantara bisa menjadi mitra strategis investor global.

“Danantara menjadi mitra strategis yang dicari oleh banyak investor asing. Kami memiliki portofolio dan proyek yang sangat menarik bagi modal asing,” ujar Rosan.

Melalui sinergi dengan berbagai mitra internasional, Danantara terus mendorong terciptanya ekosistem investasi yang semakin kredibel, memperluas akses terhadap teknologi dan praktik terbaik dunia, serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. 

Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat transformasi BUMN menjadi perusahaan yang lebih kompetitif, adaptif, dan berdaya saing global. Sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

Danantara Dicari Investor Asing

Tiga mantan Perdana Menteri Thailand bertemu dengan pimpinan Danantara (Foto: Danantara)

Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani mengungkap investor asing tertarik untuk menjalin kerja sama. Proyek Danantara dissbut menjadi salah satu daya tarik para pemilik modal asing.

Hal tersebut terungkap dalam pertamuan Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair dengan petinggi Danantara. Pertemuan itu diketahui membahas peluang kerja sama strategis, termasuk potensi investor asing.

"Danantara menjadi mitra strategis yang dicari oleh banyak investor asing. Kami memiliki portofolio dan proyek yang sangat menarik bagi modal asing," ujar Rosan, mengutip keterangan resmi, Rabu (8/7/2026).

 

Danantara Disebut Punya Posisi Kuat

CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani. Danantara membocorkan nilai investasi dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) mencapai USD1 juta atau senilai Rp 17,3 miliar

Dia mengatakan, Tony Blair menilai posisi Danantara saat ini sangat kuat dan memiliki nilai tawar tinggi bagi investor asing yang ingin berkolaborasi di Tanah Air. Ini dinilai menjadi pandangan positif untuk membawa investasi asing ke berbagai proyek strategis. Rosan menambahkan, pihaknya akan terus menjaga momentum positif ini guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih luas. 

"Kami akan mengakselerasi proses ini agar dampaknya segera terasa di masyarakat. Ini baru permulaan, akan ada lebih banyak investor yang menyusul," tegas Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM ini.

Belajar Transformasi BUMN ke Tony Blair

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan kerja sama strategis usai bertemu dengan Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair. Salah satunya kerja sama yang mendukung dalam proses transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Chief Operating Officer (COO) Danantara/Kepala BP BUMN, Dony Oskaria mengatakan, proses transformasi BUMN bisa mengadopsi praktik positif yang dijalankan yayasan milik Tony Blair, yakni Tony Blair Institute for Global Change (TBI).

"Kita ingin transformasi BUMN berjalan lebih cepat. Karena itu, penting buat kita membuka ruang kolaborasi dengan mitra global seperti Tony Blair Institute. Banyak pengalaman dan praktik yang bisa kita adaptasi supaya hasilnya lebih optimal dan benar-benar memberi nilai tambah buat Indonesia," ujar Dony dalam keterangan resminya, Selasa (7/7/2026).

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya