Prabowo Berduka 3 Polisi Gugur Saat Operasi Narkoba di Katingan

Prabowo minta hukum ditegakkan dalam peristiwa itu.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 09 Juli 2026, 17:56 WIB
Prabowo di peluncuran biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga anggota Polri saat mengungkap kasus narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Tiga polisi tersebut yakni Aipda Yudhie Perdana Putra, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana.

"Saya juga menyampaikan bela sungkawa kepada kepolisian yang anggotanya gugur karena mengadakan pembersihan di sebuah kampung di Kalimantan," kata Prabowo saat peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

Prabowo menjelaskan, tiga polisi tersebut gugur saat menjalankan operasi pemberantasan narkotika yang diduga melibatkan pihak-pihak yang melindungi maupun terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Meski ada insiden tersebut, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memberantas korupsi, penyelundupan, peredaran narkotika, dan judi daring (judol).

"Kita harus hentikan korupsi, harus kita hentikan penyelundupan, harus kita hentikan narkotika, harus kita hentikan judol yang sebenarnya sudah banyak kemajuan. Saya dapat laporan, judol dalam satu tahun sangat menurun," ujarnya.

Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memperkuat upaya penegakan hukum terhadap berbagai bentuk pelanggaran yang merugikan masyarakat dan negara.

 

Kronologi 3 Polisi Gugur

Sebelumnya, tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat menjalankan operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Ketiganya ialah Ipda (Anumerta) Sumariyanto, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, dan Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana.

Peristiwa bermula pada Rabu (1/7) setelah Satresnarkoba Polres Katingan menerima laporan masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di desa tersebut. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang terduga pelaku berinisial BIO yang merupakan residivis kasus narkotika.

Tim Satresnarkoba kemudian bergerak ke lokasi dan tiba pada Kamis dini hari untuk melakukan penangkapan. Saat proses penindakan berlangsung, petugas mendapat perlawanan menggunakan senjata tajam.

Meskipun telah melepaskan tembakan peringatan, serangan terus berlanjut sehingga petugas melakukan tindakan terukur untuk melindungi keselamatan personel.

Situasi semakin tidak kondusif ketika keluarga terduga pelaku dan sejumlah warga diduga ikut menyerang petugas menggunakan senjata tajam, senjata api rakitan, serta berbagai benda berbahaya.

Tim Satresnarkoba kemudian berupaya menyelamatkan diri sembari meminta bantuan personel dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.

Dalam proses evakuasi, sembilan personel berhasil diselamatkan, sedangkan tiga anggota Polri gugur saat menjalankan tugas.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya