Liputan6.com, Jakarta - Prancis dan Maroko kembali dipertemukan di panggung Piala Dunia. Empat tahun setelah duel semifinal di Qatar, kedua tim kini kembali saling berhadapan pada perempat final Piala Dunia 2026 di Gillette Stadium, Foxborough, Jumat (10/7/2026) pukul 03.00 WIB.
Pertemuan ini menghadirkan cerita yang belum benar-benar selesai bagi Maroko. Kekalahan 0-2 pada semifinal 2022 masih membekas, sementara Prancis datang dengan keinginan melanjutkan tradisi menembus empat besar untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Advertisement
Taruhannya lebih dari sekadar satu tempat di semifinal. Pemenang pertandingan akan menghadapi Spanyol atau Belgia dalam perebutan tiket menuju partai puncak.
Prancis Melaju dengan Keyakinan Tinggi
Langkah Prancis menuju delapan besar berlangsung hampir tanpa hambatan. Lima kemenangan beruntun mengantarkan Les Bleus menjadi salah satu tim paling produktif dengan koleksi 13 gol sepanjang turnamen.
Kylian Mbappe kembali menjadi pembeda ketika penalti yang ia eksekusi mengakhiri perlawanan Paraguay. Di sekeliling sang kapten, Ousmane Dembele, Michael Olise, Bradley Barcola, dan Desire Doue terus menghadirkan ancaman dari berbagai sisi lapangan.
Bagi Didier Deschamps, pertandingan ini juga memiliki makna tersendiri. Turnamen di Amerika Serikat menjadi penutup perjalanannya bersama tim nasional Prancis setelah bertahun-tahun menghadirkan prestasi di level tertinggi.
Jika mampu melewati Maroko, Deschamps akan semakin mendekati penutup yang sempurna. Ia juga akan menyamai rekor 25 pertandingan sebagai pelatih di Piala Dunia, angka yang selama bertahun-tahun menjadi milik Helmut Schon.
Maroko Datang Membawa Mimpi Baru
Maroko kembali membuktikan bahwa pencapaian pada Piala Dunia 2022 bukan kebetulan. Atlas Lions membuka turnamen ini tanpa kekalahan dalam lima pertandingan sebelum kembali bertemu lawan yang pernah menghentikan langkah mereka.
Perjalanan menuju perempat final juga memperlihatkan karakter tim yang semakin matang. Belanda disingkirkan lewat adu penalti, sedangkan Kanada takluk berkat dua gol Azzedine Ounahi yang kemudian disempurnakan Soufiane Rahimi pada masa tambahan waktu.
Catatan sepuluh laga tanpa kekalahan sejak Januari menjadi bekal penting menjelang pertandingan ini. Namun, Prancis tetap menjadi lawan yang belum mampu mereka taklukkan dalam waktu normal setelah enam pertemuan sebelumnya menghasilkan empat kekalahan.
Kini, kisah lama kembali terbuka di panggung yang berbeda. Prancis berusaha mempertahankan status sebagai salah satu unggulan juara, sedangkan Maroko datang membawa harapan seluruh Afrika untuk kembali menorehkan sejarah baru di Piala Dunia.
Sumber: Sports Mole