Proyek Danantara Jadi Rebutan Investor Asing

Mantan PM Inggris Tony Blair bertemu dengan jajaran direksi Danantara guna membahas transformasi BUMN dan hilirisasi.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 08 Juli 2026, 20:50 WIB
Tony Blair, pendiri sekaligus Executive Chairman Tony Blair Institute for Global Change bertemu dengan Danantara. (Dok TBI)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sukses menarik perhatian pasar global. Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa para pemilik modal internasional sangat tertarik untuk menjalin kerja sama strategis karena portofolio proyek yang ditawarkan dinilai sangat menjanjikan.

Ketertarikan ini mencuat setelah adanya pertemuan antara Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, dengan jajaran petinggi Danantara. Dalam pertemuan tersebut, Tony Blair menilai posisi Danantara saat ini sangat kuat dan memiliki nilai tawar yang tinggi di mata dunia.

"Danantara menjadi mitra strategis yang dicari oleh banyak investor asing. Kami memiliki portofolio dan proyek yang sangat menarik bagi modal asing," ujar Rosan dalam keterangan resminya, Rabu (8/7/2026).

Rosan, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, menegaskan pihaknya akan bergerak cepat memanfaatkan momentum ini. "Kami akan mengakselerasi proses ini agar dampaknya segera terasa di masyarakat. Ini baru permulaan, akan ada lebih banyak investor yang menyusul," tegasnya.

 

Adopsi Praktik Global untuk Transformasi BUMN

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) buka kolaborasi dengan yayasan milik Tony Blair, yakni Tony Blair Institute for Global Change (TBI). (Foto: Danantara)

Selain membahas investasi, Danantara membidik kolaborasi guna mempercepat reformasi korporasi negara. Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyatakan bahwa Indonesia berencana mengadopsi berbagai praktik positif dari yayasan milik Tony Blair, yaitu Tony Blair Institute for Global Change (TBI).

"Kita ingin transformasi BUMN berjalan lebih cepat. Karena itu, penting bagi kita membuka ruang kolaborasi dengan mitra global seperti Tony Blair Institute. Banyak pengalaman dan praktik (best practices) yang bisa kita adaptasi supaya hasilnya lebih optimal dan benar-benar memberi nilai tambah buat Indonesia," jelas Dony, Selasa (7/7/2026).

Dalam pertemuan intensif tersebut, Dony Oskaria didampingi oleh CEO Rosan Roeslani dan Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir. Pembahasan kedua belah pihak mencakup sejumlah sektor krusial, di antaranya:

  • Pengembangan kawasan ekonomi baru.
  • Percepatan hilirisasi industri nasional.
  • Pembangunan infrastruktur modern dan transformasi digital.
  • Penguatan kapasitas kelembagaan melalui pemanfaatan jejaring global TBI.

 

Rangkaian Kunjungan: Tony Blair Temui Presiden Prabowo

Pertemuan Prabowo dan Tony Blair (Foto: Biro Pers)

Pertemuan tingkat tinggi dengan direksi Danantara ini merupakan kelanjutan dari agenda Tony Blair di Indonesia. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menerima kunjungan mantan pemimpin Inggris tersebut di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Senin (6/7/2026) malam.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut berlangsung hangat dalam suasana kekeluargaan.

"Pertemuan antara dua kawan lama ini menjadi momen penting untuk bernostalgia sekaligus bersilaturahmi. Dalam kesempatan tersebut, keduanya juga saling berbagi pandangan mengenai berbagai perkembangan strategis global," pungkas Teddy.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya