Liputan6.com, Jakarta - Zlatko Dalic resmi mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih tim nasional Kroasia. Keputusan tersebut diambil setelah Vatreni tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026 menjadi turnamen terakhir Dalic bersama Kroasia. Timnya gagal melangkah lebih jauh setelah kalah 2-1 dari Portugal pada babak 32 besar.
Advertisement
Kekalahan tersebut juga diwarnai kontroversi. Gol Josko Gvardiol pada masa injury time dianulir karena Mario Pasalic lebih dulu berada dalam posisi offside saat proses serangan.
Hasil itu menutup perjalanan sembilan tahun Dalic yang penuh prestasi bersama Kroasia. Selama periode tersebut, ia berhasil membawa negaranya menjadi salah satu kekuatan baru di sepak bola Eropa dan dunia.
Penuh Prestasi Selama Sembilan Tahun
Dalic ditunjuk sebagai pelatih Kroasia pada 2017. Sejak saat itu, ia berhasil mengubah timnya menjadi langganan pesaing di turnamen besar.
Pencapaian terbaiknya hadir pada Piala Dunia 2018. Kroasia sukses melaju hingga final sebelum kalah 2-4 dari Prancis.
Empat tahun kemudian, Dalic kembali membawa Kroasia tampil impresif dengan merebut peringkat ketiga di Piala Dunia 2022. Ia juga mengantarkan timnya ke final UEFA Nations League 2022/2023 sebelum kalah adu penalti dari Spanyol.
Selama menangani Kroasia, Dalic memimpin 111 pertandingan dengan catatan 62 kemenangan, 20 hasil imbang, dan 29 kekalahan. Jumlah laga maupun kemenangan tersebut menjadi rekor terbanyak bagi seorang pelatih Kroasia sejak negara itu merdeka pada 1990.
Dalic Akui Keputusan Mundur Sangat Berat
Piala Dunia 2026 menjadi turnamen yang sulit bagi Kroasia. Selain tersingkir lebih awal, mereka juga mencatatkan hasil terburuk di ajang tersebut selama berada di bawah kepemimpinan Dalic.
Meski begitu, pelatih berusia 59 tahun itu tetap bangga dengan perjalanan yang telah dilaluinya bersama tim nasional. Ia mengaku keputusan untuk mundur menjadi salah satu momen paling berat dalam kariernya.
"Peran seorang pelatih menuntut banyak keputusan sulit, tetapi ini tentu saja yang paling sulit bagi saya," kata Dalic.
"Ketika saya mengambil alih tim nasional, saya percaya pada kualitas para pemain dan pada diri saya sendiri, tetapi saya tidak berani bermimpi bahwa kami akan mencapai semua yang telah kami raih selama hampir sembilan tahun ini," imbuh Dalic.