Liputan6.com, Jakarta - Ada banyak kisah inspiratif dari jagat maya. Salah satunya, Surya Subagja Putra, pemuda asal Garut, Jawa Barat, yang berhasil membuktikan, keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk berkarya di industri kreatif digital. Akun TikTok @isuraja_ miliknya kini punya 1 jutaan pengikut. Kanal YouTube Bang iSur dilanggani sejutaan pengguna, sementara akun Instagram @bangisurr mendulang 29 ribuan pengikut. Sebelum dikenal sebagai kreator konten gaming, Bang iSur jual gorengan untuk menyambung hidup.
Berasal dari keluarga sederhana, ia menyadari ketekunan satu-satunya modal yang bisa dipakai untuk mengubah nasib. Di sela kesibukan berjualan, Bang iSur yang gemar main gim mulai mengamati pergeseran perilaku masyarakat menuju dunia digital. Ia melihat medsos sebagai peluang kerja baru yang terbuka bagi siapa saja yang mau belajar. “Melihat teman-teman yang berhasil di dunia konten membuat saya makin tertarik untuk belajar,” kata Bang iSur dalam wawancara daring pada Selasa, 7 Juli 2026.
Advertisement
“Saya memanfaatkan waktu sepulang berjualan untuk belajar autodidak. Hampir tiap hari saya mengamati tren di medsos, membedah teknik penyuntingan video, hingga berupaya memahami karakter audiens yang aktif di platform digital,” Bang iSur menyambung.
Ia mengubah hobi main gim mobile Free Fire jadi profesi yang mendatangkan penghasilan sekaligus memberi edukasi positif ke masyarakat, khususnya generasi muda. Kini, Bang iSur jadi salah satu kreator konten berbasis komunitas gaming paling diperhitungkan di Indonesia.
Video-Video Pertama Sepi Penonton
Perjalanan awal Bang iSur di dunia konten digital tidak instan. Video-video pertamanya sepi penonton. Namun menyerah bukan pilihan. Ia tak tergoda mengambil jalan pintas dengan konten kontroversial demi popularitas.
Setelah melakukan evaluasi, Bang iSur menemukan formula khas dengan memadukan visual gameplay Free Fire dan komedi situasi yang ringan, sopan, sekaligus dekat dengan hidup sehari-hari di masyarakat.
Alih-alih Pamer Skill Tinggi
“Alih-alih pamer skill tinggi yang terkesan intimidatif bagi pemain kasual, saya memilih mengangkat sisi jenaka dan interaksi sosial yang dialami pemain biasa,” cowok kelahiran 1 April 2002 membeberkan.
Walhasil, konten Bang iSur jadi tontonan aman dan menghibur bagi keluarga di tengah maraknya konten gaming yang kerap diwarnai ujaran kasar. Tak heran, banyak konten Bang iSur disukai publik.
Belajar dan Baca Peluang
Perjalanan Bang iSur dari pedagang kaki lima di Garut hingga menjangkau jutaan pengikut lewat platform digital menegaskan, kesuksesan di era digital tak lagi bergantung pada modal besar.
“Berkaca pada pengalaman, kuncinya terletak pada kemauan belajar, kejelian membaca peluang, konsistensi, dan kesantunan dalam berkarya di ruang publik,” Bang iSur mengakhiri.