Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal sesi pembukaan perdagangan Rabu, (8/7/2026). IHSG hari ini melemah di tengah mayoritas sektor saham tertekan dan bursa saham Asia melemah.
Mengutip data RTI, IHSG dibuka turun tipis 0,04% menjadi 5.984. Saat dipantau pukul 09.03 WIB, IHSG tergelincir 0,77% menjadi 5.940. Pada pukul 09.16 WIB, IHSG susut 0,88% ke 5.933. Indeks S&P 500 turun 0,84% menjadi 589. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Advertisement
Pada awal sesi perdagangan, IHSG berad di level tertinggi 5.984,47 dan terendah 5.934,69. Sebanyak 372 saham melemah sehingga bebani IHSG. 133 saham menguat dan 170 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 192.658 kali dengan volume perdagangan saham 1,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 889,6 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.975.
Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham kesehatan naik 0,54%. Sektor saham transportasi turun 1,92%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 0,86%, sektor saham basic turun 1,75%, sektor saham industri terpangkas 0,70%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal merosot 0,95%, sektor saham consumer siklikal terpangkas 1,46%. Selanjutnya sektor saham keuangan melemah 0,70%, sektor saham teknologi merosot 0,17%. Sektor saham infrastruktur turun 0,71% dan sektor saham transportasi terpangkas 1,29%. Sektor saham properti melemah 1,5%.
Awal sesi perdagangan, harga saham BMRI melemah 0,74% menjadi 4.040 per saham. Saham BMRI dibuka naik 10 poin menjadi 4.080 per saham. Harga saham BMRI berada di level tertinggi Rp 4.080 dan terendah Rp 4.030 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.214 kali dengan volume perdagangan saham 154.421 saham. Nilai transaksi Rp 62,6 miliar.
Harga saham LAND terpangkas 11,43% menjadi Rp 62 per saham. Saham LAND dibuka naik lima poin menjadi Rp 75 per saham. Harga saham LAND berada di level tertinggi Rp 77 dan terendah Rp 60 per saham. Saham LAND ditansaksikan 5.666 kali dengan volume perdagangan saham 1.275.477 saham. Nilai transaksi Rp 8,6 miliar.
Harga saham TLKM stagnan di Rp 2.480 per saham. Saham TLKM berada di level tertinggi Rp 2.510 dan terendah Rp 2.470 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.330 kali dengan volume perdagangan saham 317.883 saham. Nilai transaksi Rp 78,8 miliar.
Bursa Saham Asia Melemah
Mengutip CNBC, bursa saham Asia Pasifik melemah pada Rabu pekan ini. Indeks Nikkei 225 turun 0,55%. Indeks Topix terpangkas 0,7%. Indeks Kospi tergelincir 0,72% dan indeks Kosdaq terpangkas 1,94%. Selain itu, indeks ASX 200 melemah 1,36%.
“Risalah FOMC akan menjadi hal yang sulit diprediksi karena Warsh sangat tidak transparan pada konferensi pers terakhir,” kata pendiri Vital Knowledge, Adam Crisafulli dalam sebuah catatan.
"Biasanya, [Jerome] Powell memberikan penjelasan yang cukup komprehensif tentang diskusi pertemuan, tetapi itu tidak terjadi dengan Warsh, jadi risalah tersebut, yang kemungkinan besar bernada hawkish, dapat berisi beberapa kejutan,” ia menambahkan.
Prediksi IHSG dan Saham Pilihan
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Rabu, (8/7/2026). IHSG hari ini akan menguji 6.083-6.203. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG melanjutkan kenaikan 1,19%, ke 5.986, dan masih didominasi oleh volume pembelian yang meningkat. Penguatan IHSG pun mampu menembus moving average (MA) 20 harian.
“Kami perkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave b dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.
Ia menuturkan, hal tersebut berarti, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji 6.083-6.203. Herditya mengatakan, IHSG akan berada di level support 5.486,5.317 dan level resistance 6.007,6.286.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan resistance 5.640-6.000.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Sedangkan dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Astra International Tbk (ASII).