Studi Ini Ungkap Kemampuan AI Beri Nasihat Keuangan Pribadi

Hasil studi dari profesor keuangan di University of Georgia dan University of Rome Tor Vergata mengungkapkan soal kemampuan AI saat beri nasihat soal keuangan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 08 Juli 2026, 08:10 WIB
Ilustrasi atur keuangan (Foto: Unsplash/Yuri Krupenin)

Liputan6.com, Jakarta - Berdasarkan studi penelitian akademis terbaru, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memberikan nasihat yang bisa tidak akurat atau bias secara demografis terkait keuangan pribadi. Nasihat keuangan pribadi yang diberikan oleh AI itu dapat sangat bervariasi tergantung pada program tertentu.

Mengutip CNBC, riset itu mempelajari tujuh platform AI generatif yang tersedia secara luas menemukan variasi signifikan dalam cara GenAI menjawab pertanyaan mengenai tabungan darurat, alokasi aset dan penarikan dari portofolio pensiun. Peneliti meneliti versi akses gratis dari ChatGPT, Claude, Copilot, DeepSeek, Gemini, Meta AI dan Persplexity.

"Respons yang didorong oleh GenAI mungkin terdengar percaya diri tetapi masih bisa tidak lengkap, menyesatkan dan salah,” menurut makalah yang diterbitkan bulan lalu di Journal of Financial Planning.

Adapun jurnal itu ditulis professor keuangan di University of Georgia dan University of Rome Tor Vergata di Italia. Menurut pemulis Swarn Chatterjee, Brenda Cude dan Gianni Nicolini menuturkan, hasil yang suboptimal atau bias menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi dan rekomendasi yang didorong oleh GenAI.

Temuan ini muncul ketika sebagian besar warga Amerika Serikat beralih ke AI untuk membantu mengelola keuangan. Dua dari tiga warga Amerika Serikat, atau 66% yang telah memakai GenAI menuturkan telah memanfaatkannya untuk mendapatkan nasihat keuangan, menurut survei Intuit Credit Karma yang diterbitkan pada September. Persentasenya lebih tinggi untuk generasi Z dan milenial, masing-masing kelompok mencapai 82%.

Ahli menuturkan, secara umum AI bagus memberikan gambaran umum tingkat tinggi tentang keuangan. Misalnya, mengapa dana yang diperdagangkan di bursa atau exchanged traded fund (ETF) mungkin lebih baik dari pada reksa dana dalam beberapa kasus, tetapi tidak dalam kasus lain.

Namun, menurut mereka, AI memiliki keterbatasan yang berarti pengguna tidak boleh mempercayai output mereka.

 

 

Harus Hati-Hati

Ilustrasi atur keuangan (Foto: Unsplash Towfiqu Barbhuiya)

Ahli menyebutkan, salah satunya program itu juga dapat memberikan jawaban yang salah karena apa yang disebut halusinasi algoritma.

“Salah satu hal tentang LLM yang menurut saya sangat mengkhawatirkan adalah, apapun yang Anda tanyakan, ia akan selalu memberikan jawaban yang terdengar berwibawa, meskipun sebenarnya tidak,” ujar Direktur MIT’s Laboratory for Financial Engineering and Artificial Intelligence Lab, Andrew Lo kepada CNBC, Maret pekan ini.

“Ketika menyangkut perhitungan yang sangat spesifik tentang situasi pribadi Anda, di situlah Anda harus sangat berhati-hati,” kata Lo.

Selain itu, AI peka terhadap cara pengguna menulis perintah mereka, artinya perbedaan kecil dalam input dapat menyebabkan variasi dalam rekomendasinya. AI juga tidak memiliki kewajiban fidusia kepada pengguna, artinya secara hukum AI tidak perlu memberikan nasihat keuangan demi kepentingan terbaik pengguna.

 

Keterbatasan AI

Ilustrasi Artificial Intelligence (AI), kecerdasan buatan. (Image by rawpixel.com on Freepik)

Studi penelitian lain juga menunjukkan keterbatasan AI untuk keuangan pribadi. Dalam sebuah studi tahun 2024, misalnya, para peneliti memeriksa kemampuan ChatGPT untuk memberikan nasihat keuangan.

Mereka menemukan, ChatGPT dapat menjadi "titik awal" bagi rumah tangga yang mencari nasihat keuangan, tetapi pada akhirnya menemukan bahwa rekomendasinya bersifat "generik," seringkali mengabaikan informasi penting tertentu.

"Kami percaya bahwa ChatGPT dapat berfungsi sebagai titik awal dalam memberikan dan menemukan nasihat keuangan, tetapi rekomendasinya harus diteliti dan dinilai dengan cermat,"

"Ketika menyangkut perhitungan yang sangat spesifik tentang situasi pribadi Anda, di situlah Anda harus sangat berhati-hati,” kata Lo.

Selain itu, AI peka terhadap cara pengguna menulis perintah mereka, artinya perbedaan kecil dalam input dapat menyebabkan variasi dalam rekomendasinya. AI juga tidak memiliki kewajiban fidusia kepada pengguna, artinya secara hukum AI tidak perlu memberikan nasihat keuangan demi kepentingan terbaik pengguna.

Studi penelitian lain juga menunjukkan keterbatasan AI untuk keuangan pribadi.Dalam studi 2024, misalnya, para peneliti memeriksa kemampuan ChatGPT untuk memberikan nasihat keuangan.

Mereka menemukan ChatGPT dapat menjadi "titik awal" bagi rumah tangga yang mencari nasihat keuangan, tetapi pada akhirnya menemukan bahwa rekomendasinya bersifat "generik," seringkali mengabaikan informasi penting tertentu.

"Kami percaya bahwa ChatGPT dapat berfungsi sebagai titik awal dalam memberikan dan menemukan nasihat keuangan, tetapi rekomendasinya harus diteliti dan dinilai dengan cermat," menurut studi yang diterbitkan dalam Journal of Risk and Financial Management.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya