Ada Studio Lukis Pesawat Baru di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali

Walau baru dibuka, studio lukis pesawat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali itu sudah menerima pesanan dari maskapai asing.

oleh Dinny MutiahDiterbitkan 08 Juli 2026, 07:00 WIB
Suasana studio lukis pesawat yang dioperasikan FL Technics Indonesia di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. (dok. FL Technics Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta - Pernah terbayang bagaimana warna dan gambar menghiasi badan pesawat terbang? Ternyata ada 'studio lukis' pesawat yang menyediakan layanan tersebut, salah satunya dioperasikan oleh FL Technics Indonesia.

Perusahaan penyedia layanan Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) bersertifikasi FAA Part-145 itu baru saja membuka aircraft painting booth terbaru di fasilitasnya yang berlokasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada akhir Juni 2026. Layanan tersebut dinyatakan sebagai tonggak penting dalam memperkuat kapabilitas layanan MRO terintegrasi FL Technics Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Pada 30 Juni 2026, hanya beberapa hari setelah fasilitas tersebut mulai beroperasi, FL Technics Indonesia menyambut pelanggan pertamanya, Skyway Airlines, maskapai kargo asal Filipina yang mengoperasikan armada Boeing 737-400F. Proyek perdana ini mencakup pengecatan livery untuk pesawat ketiga Skyway Airlines, yang selanjutnya diterbangkan menuju Clark International Airport, Filipina, untuk mengikuti seremoni peresmian pada 3 Juli 2026.

"Kehadiran aircraft painting booth khusus di Bali merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan MRO yang semakin komprehensif di kawasan ini," ujar Martynas Grigas, Chairman FL Technics Indonesia, dalam keterangan tertulis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Selasa, 7 Juli 2026.

"Kami bangga menyambut Skyway Airlines sebagai pelanggan pertama yang memanfaatkan fasilitas ini. Dalam beberapa bulan ke depan, kami telah mengamankan sejumlah proyek pengecatan pesawat lainnya, sekaligus menerima permintaan yang terus meningkat dari berbagai operator di Asia Tenggara yang membutuhkan layanan ini."

 

Layani Maskapai Lokal dan Asia Tenggara

Ilustrasi pesawat. (dok. Alexander Maron/Unsplash)

Studio lukis pesawat terbaru itu melengkapi kapabilitas MRO FL Technics Indonesia yang saat ini beroperasi melalui dua fasilitas utama, yakni di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Kedua fasilitas tersebut telah mengantongi lebih dari 20 sertifikasi dari otoritas penerbangan sipil dan didukung lebih dari 700 tenaga ahli aviasi. 

Dibangun sesuai standar industri internasional, fasilitas pengecatan di Bali dirancang untuk menangani berbagai proyek pengecatan livery dengan tingkat presisi tinggi, efisiensi operasional, serta kepatuhan penuh terhadap regulasi penerbangan. Lokasinya yang strategis juga memungkinkan maskapai di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara memperoleh layanan pengecatan tanpa perlu melakukan ferry flight jarak jauh atau mengirim pesawat ke fasilitas MRO di luar negeri.

Peresmian fasilitas ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan MRO di Asia Tenggara. Lamanya waktu pengiriman pesawat baru mendorong operator untuk memperpanjang masa operasional armada yang ada melalui layanan pemeliharaan dan perawatan, termasuk pengecatan ulang livery untuk mendukung proses rebranding, transisi wet lease, maupun program return-to-service.

Bagi operator kargo, keberadaan fasilitas pengecatan yang lebih dekat dengan basis operasional juga membantu mengurangi waktu henti pesawat sekaligus menekan biaya ferry flight.

Livery Lukisan Erika Richardo

Livery pesawat Garuda Indonesia edisi HUT ke-80 RI. (dok. Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Berbicara livery pesawat, maskapai Garuda Indonesia beberapa waktu lalu memperkenalkan livery khusus menyambut HUT ke-80 RI untuk pesawat Beoing 737-800 NG. Berbeda dari sebelumnya, kali ini, badan pesawat tersebut dilukis manual oleh pelukis muda berbakat dan juga selebgram, Erika Richardo, dibantu timnya di Hanggar 2, GMF, Bandara Soekarno Hatta, Jumat, 15 Agustus 2025.

Sang pelukis menjelaskan, karya di livery Garuda Indonesia-nya menceritakan karakter-karakter masyarakat dari 16 suku yang ada di Indonesia, seperti suku Bali, Jawa, dan Papua. Ia menamai karyanya dengan 'People with Culture'.

"Ke-16 suku Indonesia ini yang juga mewakili destinasi prioritas penerbangan Garuda Indonesia. Kami ikuti juga arahan dari Garuda seperti apa," tuturnya. "Karena ada approval segala macam, mungkin baru selesai minggu lalu lah, selesai semuanya," ujar Erika.

Setelah semua desain disepakati, ia baru bergerak melukis langsung di pesawat. Proses penyelesaiannya memerlukan waktu tiga hari dengan dibantu tim dan menggunakan cat semprot. 

Budaya Nusantara

Livery pesawat Garuda Indonesia edisi HUT ke-80 RI. (dok. Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Lewat akun media sosialnya, Erika mengaku itu adalah proyek dan lukisan terbesarnya sepanjang hidupnya. Selain Erika, seniman Indonesia lain, Raka Jana, juga dilibatkan.

Pendiri HNS Studio di Bali itu bertanggung jawab mendesain kain head rest di setiap bangku penumpang. Ia lalu membuat motif kain bertema Jejak Garuda, yang memadukan kekayaan alam dan budaya Nusantara, seperti anggrek, tenun sekomandi, dan kayonan. 

Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani mengatakan, peluncuran livery spesial ini menandai komitmen Garuda Indonesia untuk tidak hanya membangun konektivitas ke seluruh pelosok Nusantara, tetapi juga merajut kolektivitas kita sebagai bangsa.

"Desain livery ini menggambarkan narasi kebhinekaan Nusantara, serta diperkuat dengan logo 80 tahun kemerdekaan yang merefleksikan persatuan dan kemajuan, selaras dengan tema perayaan tahun ini," katanya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya