Belgia Menang Melawan Ketidakadilan

Nicolas Raskin menyebut Belgia merasa diperlakukan tidak adil usai FIFA menangguhkan hukuman Folarin Balogun.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 07 Juli 2026, 22:03 WIB
Pemain Amerika Serikat Chris Richards melompat untuk menyundul bola di atas pemain Belgia Leandro Trossard disaksikan pemain Belgia Nicolas Raskin selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Belgia di Seattle, Senin, 6 Juli 2026. (AP Photo/Lindsey Wasson)

Liputan6.com, Jakarta - Polemik yang mengiringi laga Amerika Serikat kontra Belgia pada babak 16 Besar Piala Dunia 2026 tak berhenti setelah peluit panjang berbunyi. Kemenangan telak Belgia dengan skor 4-1 justru semakin memperbesar sorotan terhadap keputusan FIFA terkait Folarin Balogun.

Beberapa jam sebelum pertandingan, FIFA memutuskan menangguhkan larangan satu pertandingan untuk Balogun. Keputusan tersebut membuat penyerang andalan Amerika Serikat itu tetap bisa tampil meski sebelumnya menerima kartu merah langsung pada babak 32 Besar.

Keputusan FIFA memicu gelombang kritik dari berbagai pihak. UEFA, Federasi Sepak Bola Belgia, hingga pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel termasuk yang mempertanyakan dasar penangguhan hukuman tersebut.

Di tengah kontroversi itu, Belgia justru tampil dominan dan mengalahkan tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 dengan skor 4-1. Seusai laga, gelandang Nicolas Raskin mengaku kemenangan tersebut terasa seperti jawaban atas rasa ketidakadilan yang dirasakan timnya.


Belgia Jadikan Kontroversi Balogun sebagai Motivasi

Para pemain Timnas Belgia bertepuk tangan kepada para penggemar setelah kemenangan tim mereka 4-1 dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara AS dan Belgia di Stadion Seattle pada 7 Juli 2026 di Seattle, Washington. (Luke Hales/Getty Images via AFP)

Nicolas Raskin mengungkapkan bahwa skuad Belgia sempat terusik dengan keputusan FIFA yang mengizinkan Balogun bermain. Menurut gelandang Rangers tersebut, kontroversi itu menjadi pembicaraan utama di dalam tim menjelang pertandingan.

"Banyak hal terjadi di luar lapangan selama dua hari terakhir," buka Raskin dikutip dari BBC Sport.

"Ada rasa ketidakadilan di dalam skuad, dan kami bertekad untuk membalas di lapangan," sambung pemain berusia 25 tahun tersebut.

Ucapan Raskin terbukti tercermin dalam penampilan Belgia. Meski Balogun tampil sebagai starter, Setan Merah mampu mengendalikan jalannya pertandingan dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 4-1 untuk mengamankan tiket ke perempat final.


Selebrasi Belgia Jadi Sindiran untuk Kontroversi

Pemain Belgia Romelu Lukaku merayakan gol keempat timnya selama pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara AS dan Belgia di Stadion Seattle, Seattle, Washington, Senin, 6 Juli 2026. (AFP/Getty Images/ David Ramos).

Kapten Belgia, Youri Tielemans, mengakui polemik tersebut justru memperkuat tekad timnya. Ia menilai seluruh pemain berhasil menyalurkan rasa frustrasi menjadi motivasi positif di atas lapangan.

"Kami mengatakan pada diri sendiri bahwa kami harus membalas di lapangan. Itulah yang kami lakukan," katanya.

Selepas gol keempat Belgia, sejumlah pemain terlihat melakukan selebrasi yang menyerupai "tarian Trump". Gaya tersebut identik dengan gerakan Donald Trump saat kampanye pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 2024, sehingga memunculkan berbagai spekulasi di media sosial.

Sindiran juga muncul melalui akun Instagram resmi tim nasional Belgia. Mereka mengunggah foto Romelu Lukaku yang menangkupkan telinga disertai tulisan "overturn this", sebuah kalimat yang dianggap menyindir keputusan FIFA.

Sumber: BBC Sport

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya