4 Bulan Jalan Amblas di Pulo Gadung Tak Kunjung Diperbaiki

Warga pun terpaksa menutup bagian jalan yang amblas secara swadaya, demi mencegah kecelakaan.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 06 Juli 2026, 21:58 WIB
Warga sempat mengira kerusakan hanya terjadi di permukaan Jalan Kayu Mas Utara atau yang dikenal sebagai Jalan Cinta, RT 011/RW 03, Kelurahan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Namun, beberapa hari setelah Lebaran 2026, jalan tersebut tiba-tiba amblas. (Liputan6.com/Devira Prastiwi)

Liputan6.com, Jakarta - Retakan itu awalnya tampak kecil. Warga sempat mengira kerusakan hanya terjadi di permukaan Jalan Kayu Mas Utara atau yang dikenal sebagai Jalan Cinta, RT 011/RW 03, Kelurahan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Namun, beberapa hari setelah Lebaran 2026, jalan tersebut tiba-tiba amblas.

Hingga kini, sekitar empat bulan berselang, jalan belum juga diperbaiki secara permanen. Warga pun terpaksa menutup bagian jalan yang amblas secara swadaya demi mencegah kecelakaan.

Bendahara RT setempat, Arif, menduga jalan amblas dipicu aktivitas pengerukan kali yang menggunakan ekskavator berukuran besar.

"Rusaknya pas Lebaran, pas Lebaran satu hari. Jadi kan udah kelihatan retak, saya bilang stop ke Pak RW, tolong stop Pak itu udah dampaknya berasa kayaknya bekonya kebesaran," ujar Arif kepada Liputan6.com, Senin (6/7/2026).

Menurut Arif, setelah mendapat laporan warga, pengurus RW meminta agar ekskavator yang digunakan diganti dengan unit yang lebih kecil. Saat itu terdapat dua alat berat yang beroperasi, yakni satu ekskavator berwarna biru milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan satu lagi berwarna oranye.

"Ternyata, pas Pak RW ngecek, oh iya bener Pak. Akhirnya dia ngomong ke kelurahan terus digantilah bekonya sama beko kecil, ditarik, tapi beko kecilnya di kali aja. Tadinya kan ada dua beko, di kali sama di atas. Nah yang di atas ini melebihi tonase, gede," sambung dia.

"Nah beko biru SDA kalau gak salah, gede tonasenya. Akhirnya, kata Pak RW itu kalau bisa, diganti aja pak yang lebih kecil, di kali. Karena dari beko, baru ke truk. Di sini juga ada truk. Pas di tengah-tengah ini (jalan)," ucap Arif.

 

Retakan yang Terus Meluas

Warga sempat mengira kerusakan hanya terjadi di permukaan Jalan Kayu Mas Utara atau yang dikenal sebagai Jalan Cinta, RT 011/RW 03, Kelurahan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Namun, beberapa hari setelah Lebaran 2026, jalan tersebut tiba-tiba amblas. (Liputan6.com/Devira Prastiwi)

Arif mengaku mulai menyadari ada yang tidak beres ketika retakan di jalan terus memanjang. Awalnya ia mengira kerusakan hanya terjadi di satu titik. Namun, lama-kelamaan retakan menjalar hingga mendekati pos RT.

"Kali ini kan di keruk-keruk terus, nggak tahunya oh berasa dampak. Saya berasanya dari situ ada yang melur (melapis jalur). Kenapa melur mau puasa, katanya enggak, ini retak. Oh, retak. Kenapa? Ternyata retak sampai pos. Saya juga baru ngeh nih, (retaknya) sampai pos RT," kata dia.

"Nah, saya lapor akhirnya. Akhirnya baru ada tindakan. Bekonya diganti," sambung Arif.

Namun, pergantian alat berat itu tak mampu mencegah kerusakan. Sekitar sepekan setelah Lebaran, jalan akhirnya amblas.

"Amblesnya langsung. Ternyata kayaknya di bawah ini udah kosong," cerita dia.

Beruntung, peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil. Saat kejadian, banyak warga masih mudik Lebaran dan alat berat telah dipindahkan dari lokasi.

"Alat berat masuknya dari jalan depan jembatan sampai sini (depan pos RT). Kalau mungkin telat laporan ya alat beratnya mungkin bisa kecemplung. Kalau pas lebaran nggak ada orang, alat berat yang ditaruh di situ mungkin nyebur kali. Karena tiba-tiba langsung ambruk kan," kata Arif.

 

4 Bulan Menunggu Perbaikan

Warga sempat mengira kerusakan hanya terjadi di permukaan Jalan Kayu Mas Utara atau yang dikenal sebagai Jalan Cinta, RT 011/RW 03, Kelurahan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Namun, beberapa hari setelah Lebaran 2026, jalan tersebut tiba-tiba amblas. (Liputan6.com/Devira Prastiwi)

Empat bulan berlalu, kondisi jalan masih memprihatinkan. Khawatir membahayakan anak-anak dan pengguna jalan, warga akhirnya bergotong royong menutup bagian jalan yang amblas dengan tanggul sederhana.

"Dan kemarin itu kan udah ada empat bulan lebih nih, warga kita swadaya aja karena bahaya banget ini, bocah kaki masuk udah (ke jalanan amblas). Ini kalau enggak ditutup nih, kakinya masuk nih. Jalan kayak udah terbelah. Akhirnya saya kasih tanggul kanan kiri jadi biar enggak bentrok," ucap dia.

Kerusakan juga berdampak pada sedikitnya lima rumah warga. Sejumlah bangunan mengalami retak, bahkan ada dinding rumah yang mulai terbelah.

"Ada lima sampai enam rumah kurang lebihnya. Rumahnya retak-retak, ada yang parah retaknya, ada yang temboknya udah terbelah," kata dia.

Menurut Arif, laporan telah disampaikan kepada berbagai instansi, mulai dari Dinas SDA, Satpol PP, kelurahan, hingga Pemerintah Kota Jakarta Timur. Sejumlah pejabat juga telah meninjau lokasi, tetapi hingga kini belum ada perbaikan permanen.

"Dinas-dinas terkait udah, Dinas SDA, Satpol PP udah dateng, kelurahan, wali kota. Pernah ada tinjauan juga, tapi ya cuma gini-gini aja. Belum tindak lanjut, cuma itu doang baru pemasangan kayu ulin doang untuk menahan biar gak melebar," kata dia.

Selain merusak jalan dan rumah warga, tanah yang amblas juga sempat menutup saluran air menuju kali. Warga akhirnya membersihkan saluran tersebut agar aliran air kembali normal.

"Itu saluran air udah sama warga kemarin udah diangkat, akhirnya bisa lancar. Tadinya air gak bisa lancar," ucap dia.

Arif mengatakan, kayu ulin dipasang sekitar sepekan setelah jalan amblas. Namun hingga kini, pemasangan kayu tersebut masih menjadi satu-satunya penanganan yang dilakukan.

"Ulin ini masangnya seminggu lah, seminggu abis longsor, setelah Lebaran," jelas Arif.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya