5 Tips Tersembunyi untuk Optimalkan Kinerja MacBook Pro, Wajib Dicoba!

Yuk, simak lima tips berguna berikut untuk memaksimalkan fungsi MacBook Pro agar kamu lebih produktif.

oleh Aisyah Mustika ZamaniDiterbitkan 09 Juli 2026, 06:30 WIB
How to change Apple ID password on MacBook. (Photo: Mia Baker/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - MacBook didesain dan diperuntukkan untuk semua orang. Model Neo cocok bagi siapa pun yang menginginkan laptop untuk tugas-tugas ringan. Sementara model Air merupakan pilihan yang lebih tinggi untuk menangani berbagai kebutuhan komputasi lebih luas.

Di sisi lain, model Pro didesain sebagai perangkat “premium” yang paling mumpuni. Perangkat ini dilengkapi dengan kipas untuk pendinginan aktif, port tambahan seperti HDMI dan slot kartu SD, serta layar mini-LED dengan kecepatan refresh rate tinggi.

Sangat cocok untuk profesional yang membutuhkan daya pemrosesan ekstra, atau bagi pengguna yang menginginkan Mac dengan fitur selengkap mungkin.

Meskipun MacBook Pro terbaru bekerja dengan sangat bagus, kamu melewatkan banyak potensi yang tidak tersentuh dengan masih menggunakan setting-an bawaan.

Jika kamu punya MacBook Pro, pertimbangkan 5 tips ini untuk membantu kamu menggunakan laptop secara maksimal.

1. Manfaatkan Mode Low Power

Mode low power tidak hanya untuk iPhone lagi. Sejak 2021, MacBook dilengkapi dengan fitur ini, yang mengurangi performa untuk memberikan daya tambahan saat baterai mulai menipis.

Tetapi, jangan menganggap mode low power sebagai alat untuk memaksimalkan sisa baterai 20%. Sebaliknya, anggap fitur ini sebagai penguat daya baterai yang bisa tahan sepanjang hari.

Selama tidak membutuhkan daya penuh, kamu bisa mengaktifkan mode low power kapan saja saat laptop kamu tidak terhubung ke pengisi daya.

Untuk berganti ke mode low power secara otomatis, buka Setelan atau Settings, pilih Baterai atau Battery. Di bawah “Mode Daya” atau “Energy Mode,” cari “Saat menggunakan baterai,” atau “On battery,” kemudian klik menu tarik-turun dan pilih “Mode Daya Rendah” atau “Low Power Mode.”

Sekarang, setiap kali Mac kamu terlepas dari pengisi daya, perangkat akan secara otomatis beralih ke mode low power tanpa perlu mengaktifkannya secara manual. Kamu juga bisa membatalkannya kapan saja dari menu ini.

Namun, jika kamu membuka Setelan atau Settings > Pusat Kontrol atau Control Center > Baterai atau Battery, kamu bisa mengatur “Tampilkan Mode Energi” atau “Low Power Mode” menjadi “Selalu” atau “Always” sehingga kamu bisa mengakses mode low power dari ikon baterai di menu bar kapan saja.

2. Atur Kipas Secara Manual

Meski mode high power adalah fitur yang sangat berguna, fitur ini hanya berupa tombol on/off sederhana, tanpa opsi penyesuaian tambahan. Hal ini membuat kecepatan kipas kamu sepenuhnya bergantung pada macOS. 

Jika kamu mau mengatur sepenuhnya atas sistem pendingin di Mac, kamu perlu untuk mengunduh aplikasi third-party. Ada beberapa pilihan yang bisa dipilih.

Dilansir Lifehacker, Kamis (9/7/2026), MacBook Pro 2016 (yang dilengkapi touch bar) disebutkan memang mulai melambat mendekati akhir masa pakainya. Namun, karena menjalankan kipas pada kecepatan maksimum sepanjang waktu, chip i7 pun berhasil dijaga dan cukup dingin.

Meski Mac seri M belum sepenuhnya mencapai titik itu, kinerja iMac M1 mulai sedikit melambat, terutama saat menjalankan banyak tugas sekaligus.

Sesekali kamu bisa memaksimalkan kecepatan kipas untuk mencegah chip Apple Silicon generasi pertama itu kepanasan, dan sepertinya harus melakukan hal serupa pada MacBook Pro M3 Pro ketika mulai menua (mungkin beberapa tahun lagi).

3. Batasi Refresh Rate dan Kualitas Tampilan

Model MacBook Pro terbaru memiliki kecepatan refresh rate tinggi, sehingga gerakan terasa sangat halus pada 120Hz, dan mendukung HDR, membuat bagian terang pada gambar dan video lebih menonjol.

Namun, semua proses tambahan tersebut dapat menguras daya baterai. Jika kamu ingin memaksimalkan pengisian daya, coba untuk "mengurangi kualitas" layar saat laptop masih mengandalkan baterai.

Caranya, jika kamu berada dalam mode low power, layar kamu secara otomatis akan menurunkan kecepatannya. Namun, kamu bisa menyesuaikannya secara manual dari Pengaturan Sistem atau System Settings > Layar atau Displays. Di sini, di bawah "Refresh rate," pilih "60 Hertz" dan bukan "ProMotion."

Kamu juga bisa menurunkan pengaturan layar MacBook dari XDR (yang dapat menampilkan kecerahan maksimum 1.600 nits) ke opsi standar "Apple Display", yang akan menurunkan kecerahan maksimum hingga batas SDR.

Untuk diketahui, Mac M3 Pro memiliki kecerahan maksimum 600 nits, tetapi Mac yang lebih baru bisa mencapai 1.000 nits.

Sebagai alternatif, kamu bisa memilih agar Mac kamu beralih ke SDR hanya saat streaming video menggunakan daya baterai. Kamu akan menemukan pengaturan ini di Pengaturan Sistem atau System Settings > Baterai atau Battery > Opsi atau Options.

4. Gunakan Fitur Mirroring iPhone

iPhone kamu sering kali menjadi distraksi saat sedang bekerja di Mac, tetapi cukup sulit untuk tidak memeriksanya pada satu hari kerja penuh.

Meskipun fitur ini mungkin tidak akan menyelamatkan kamu dari godaan untuk asyik bermain Instagram, fitur ini bisa mencegah kamu terus-menerus membuka layar iPhone saat berada di meja kerja.

"iPhone Mirroring" memungkinkan kamu melihat dan mengontrol layar iPhone langsung di Mac, sehingga kamu bisa melakukan hal-hal seperti mengecek pesan, melihat notifikasi, dan scroll aplikasi tanpa harus menyentuh iPhone.

5. Perbaiki Trackpad

Disebutkan bahwa kecepatan kursor bawaan Apple pada MacBook Pro sedikit mengganggu pengguna. Diperlukan untuk mengaturnya ke kecepatan tertinggi, meskipun kemungkinan ada pendapat berbeda mengenai hal ini.

Namun, kecepatan bukanlah satu-satunya pertimbangan di sini. Apple juga mengatur arah menggeser layar ke "Natural" secara default, yang berarti "menggeser ke atas" pada trackpad justru menggeser ke bawah pada halaman, atau sebaliknya.

Terlepas dari tipe MacBook, sesuaikan trackpad kamu Pengaturan Sistem atau System Settings > Trackpad. Di sini, cobalah berbagai kecepatan trackpad untuk melihat mana yang paling sesuai dengan kebiasaan.

Di bawahnya, kamu bisa menyesuaikan sensasi klik pada trackpad. Uniknya, trackpad ini sebenarnya tidak bergerak secara fisik, karena mengandalkan getaran haptik untuk meniru sensasi tombol biasa. Disarankan untuk pilih pengaturan 'Kuat' atau Firm karena sensasinya terasa seperti klik sungguhan.

Ada banyak pengaturan di sini yang bisa dieksplor, tetapi jika kamu ingin mengembalikan pengaturan geser default, klik "Scroll & Zoom," lalu nonaktifkan "Natural scrolling."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya