Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap persiapan menjelang agenda tersebut.
Gus Ipul mengatakan, pihaknya akan menggelar rapat pada besok, Selasa 7 Juli 2026. Rapat ini menjadi proses untuk mematangkan persiapan menjelang Muktamar.
Advertisement
"Hari selasa baru akan rapat," kata Gus Ipul saat ditanya mengenai persiapan menjelang Muktamar, dikutip Senin (6/7/2026).
Mengenai lokasi acara, Gus Ipul belum menjelaskan lebih rinci lokasinya. Namun, dia menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan sebelum memutuskan lokasi digelarnya Muktamar.
"Dukungan sarpras (sarana dan prasarana), akses transportasi, biaya, dan lain lain," jelas Gus Ipul.
Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dijadwalkan menggelar kegiatan Muktamar ke-35 NU 2026 akan digelar pada 1 - 5 Agustus 2026, dengan lokasi yang masih akan diputuskan bersama usai Munas dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pesantren Al Falah Kediri.
“Munas dan Konbes ini satu rangkaian dengan Muktamar yang insya Allah akan dilaksanakan 1–5 Agustus 2026. Tempatnya sudah disepakati, yaitu ada usulan beberapa tempat mulai dari NTB (Nusa Tenggara Barat), Jawa Timur, Jawa Barat, dan tentu Sumatera Barat,” kata Sekretaris Steering Committee (SC) Munas dan Konbes NU 2026 M Nuh di Kediri, Jawa Timur, Senin 22 Juni 2026.
Dibahas dalam Rapat Khusus
Ia mengatakan lokasi muktamar masih akan dibahas dalam rapat khusus. Tim akan mengkaji dan melakukan peninjauan sejumlah lokasi yang diajukan sebagai tempat muktamar, meliputi aspek kelayakan sarana prasarana, keamanan, finansial, hingga aspek lainnya.
“Termasuk tempat ini, saat Munas-Konbes kami juga mengunjungi beberapa lokasi untuk melihat kelayakan fisiknya. Setelah itu juga dipertimbangkan dari sisi kelayakan lainnya, termasuk kelayakan spiritual. Dari hasil penilaian itulah akhirnya diputuskan lokasi Munas-Konbes di sini. Dengan metode yang sama, maka nanti muktamar juga akan diumumkan,” kata M Nuh.
Ia menegaskan tema muktamar nantinya pada prinsipnya tetap sama, yakni menjaga marwah NU dan memperkuat khidmat untuk kemaslahatan bangsa.