Liputan6.com, Jakarta - Game mobile legendaris Flappy Bird kembali mencuri perhatian. Kali ini, bukan melalui peluncuran gim baru, melainkan lewat proyek aset kripto bernama Flappy Coin yang mengadopsi inspirasi dari permainan tersebut.
Mengutip CoinMarketCap, Selasa (7/7/2026), tim pengembang mengklaim presale Flappy Coin Tahap 1 kini hampir habis terjual. Pada tahap ini, token ditawarkan dengan harga US$ 0,00000300 atau sekitar Rp 0,05 per token (estimasi kurs Rp 17.998 per dolar AS).
Advertisement
Harga tersebut akan naik menjadi US$ 0,00000450 atau sekitar Rp 0,08 per token ketika memasuki Tahap 2. Karena itu, sejumlah peserta awal diklaim mulai mengamankan alokasi token sebelum kenaikan harga berlaku.
Berbeda dengan token kripto pada umumnya, Flappy Coin dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem gim berbasis blockchain.
Proyek ini disebut akan menghadirkan berbagai fitur, mulai dari mekanisme Play-to-Earn (P2E) yang memungkinkan pemain memperoleh imbalan, turnamen kompetitif, program penghargaan bagi komunitas, hingga pengembangan ekosistem blockchain dalam jangka panjang.
Target Jangka Panjang
Dalam beberapa pekan terakhir, pembahasan mengenai Flappy Coin terus meningkat di berbagai media sosial dan komunitas kripto. Tim pengembang menilai hal tersebut mencerminkan bertambahnya minat terhadap proyek tersebut.
Sejumlah peserta awal juga disebut terus memantau perkembangan presale agar dapat membeli token sebelum harga memasuki tahap berikutnya.
Selain itu, tim pengembang mengungkapkan persiapan pencatatan (listing) token di bursa kripto juga tengah dilakukan.
Meski demikian, mereka menegaskan target jangka panjangnya adalah agar Flappy Coin dapat diperdagangkan di 20 bursa kripto terbesar yang tercatat di CoinMarketCap.
Namun, rencana tersebut masih sebatas target pengembangan. Proses listing nantinya tetap bergantung pada hasil evaluasi dan persetujuan dari masing-masing bursa aset kripto.