Liputan6.com, Jakarta - Tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat menjalankan operasi penindakan narkotika di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Insiden itu terjadi ketika petugas menggerebek seorang target operasi yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu.
Dalam proses penindakan, aparat mendapat perlawanan dari sejumlah orang di lokasi hingga situasi berkembang menjadi tidak terkendali.
Advertisement
Operasi tersebut berlangsung pada Rabu malam, 1 Juli 2026, di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan. Penindakan dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran sabu di wilayah tersebut.
Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Untuk melakukan penindakan, sebanyak 12 personel Satresnarkoba diterjunkan ke lokasi.
Sesampainya di lokasi, personel dibagi menjadi dua tim. Tim pertama bertugas melakukan penangkapan terhadap target operasi di rumahnya, sementara tim kedua bersiaga sebagai unsur pendukung apabila situasi berkembang.
Operasi awalnya berjalan sesuai rencana. Target operasi berhasil diamankan oleh petugas. Namun situasi berubah ketika beberapa orang yang berada di dalam rumah bersama warga sekitar melakukan perlawanan terhadap aparat.
Perlawanan tersebut semakin membesar setelah massa terus berdatangan ke lokasi. Mereka disebut menyerang petugas menggunakan senjata tajam berupa parang hingga senjata api rakitan.
"Massa kemudian bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan," ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso.
Dalam situasi yang semakin tidak terkendali, personel berusaha menyelamatkan diri sambil menunggu bantuan datang. Sejumlah anggota memilih berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan di sekitar lokasi.
Dua Anggota Sempat Hilang
Serangan yang terjadi saat operasi tersebut mengakibatkan korban jiwa dari pihak kepolisian. Aipda Yudhie Perdana Putra ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam.
Sementara itu, dua anggota lainnya, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, sempat tidak diketahui keberadaannya.
Kondisi tersebut membuat tim gabungan segera melakukan operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian, terutama di kawasan hutan dan aliran Sungai Katingan yang diduga menjadi jalur penyelamatan diri para personel.
Pencarian terhadap dua anggota yang hilang dilakukan secara intensif selama beberapa hari. Tim gabungan terdiri atas personel Polda Kalimantan Tengah, Polairud, Kodim 1019/Katingan, Basarnas, hingga masyarakat setempat.
Proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Katingan, kawasan hutan di bantaran sungai, hingga sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi para korban terbawa arus.
Dalam operasi pencarian, tim menggunakan tiga unit perahu karet dan delapan kapal ces kecil untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.
Bripda Nopandri Ditemukan Lebih Dahulu
Setelah beberapa hari pencarian, tim gabungan menemukan Bripda Nopandri Ramadhana pada Sabtu, 4 Juli 2026, sekitar pukul 15.55 WIB.
Korban ditemukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, tepatnya di seberang Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan Briptu Rangga dan Bripda Ryan menemukan korban dalam kondisi kaku, terapung, serta tersangkut di ranting kayu. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada tim gabungan sebelum jenazah dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses autopsi.
Aiptu Sumaryanto Ditemukan Sehari Berselang
Pencarian terhadap Aiptu Sumaryanto kembali dilanjutkan pada Minggu pagi, 5 Juli 2026. Sejak pukul 06.00 WIB, tim gabungan kembali menyisir Sungai Katingan menggunakan tiga perahu karet dan delapan kapal ces kecil.
Sekitar pukul 08.42 WIB, tim menerima informasi dari Babinsa Rantau Asem, Kopda Imam, mengenai penemuan sesosok mayat di Sungai Desa Rantau Asem. Lokasi tersebut berada sekitar empat kilometer dari titik operasi di Desa Tumbang Kalemei.
Tim kemudian menuju lokasi dan memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan Aiptu Sumaryanto yang sebelumnya dinyatakan hilang sejak operasi penindakan narkotika berlangsung.
"Pukul 09.45 WIB, mayat tersebut dikirimkan dengan ambulance ke RS Bhayangkara - Palangkaraya," ujar Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso.
Pelaku Masih Diburu
Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto, pencarian terhadap seluruh personel yang hilang resmi berakhir. Peristiwa tersebut sekaligus memastikan tiga anggota Polri gugur dalam operasi penindakan narkotika di Kabupaten Katingan.
Ketiga anggota tersebut adalah Aipda Yudhie Perdana Putra, Bripda Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Sumaryanto.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Semoga para almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," ujarnya.
Eko menegaskan, peristiwa tersebut menjadi perhatian serius Bareskrim Polri. Tim gabungan hingga kini masih melakukan penyelidikan sekaligus memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap anggota Polri.
"Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," kata Eko.