Prancis Petik Pelajaran Berharga dari Duel Sengit Kontra Paraguay di Piala Dunia 2026

Prancis melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 usai kalahkan Paraguay 1-0. Kemenangan ini jadi pelajaran berharga hadapi permainan keras lawan.

oleh ThomasDiterbitkan 05 Juli 2026, 17:00 WIB
Pemain Prancis Kylian Mbappe merayakan timnya usai melawan Paraguay selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia di Philadelphia, Sabtu, (04/07/2026).. (AP Photo/Petr David Josek)

Liputan6.com, Jakarta - Tim Nasional Prancis berhasil mengamankan tiket ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Paraguay dengan skor tipis 1-0. Kemenangan ini, yang diraih melalui perjuangan keras, disebut memberikan pelajaran berharga bagi Les Bleus dalam menghadapi gaya permainan yang lebih fisik dan agresif. Selanjutnya, Prancis akan berhadapan dengan Maroko di babak delapan besar.

Pertandingan babak 16 besar tersebut digelar di Philadelphia Stadium, Amerika Serikat, pada Minggu, 5 Juli 2026 dini hari WIB, atau Sabtu, 4 Juli waktu setempat. Sejak awal laga, Prancis yang datang dengan catatan performa apik di fase grup, justru menghadapi kesulitan.

Paraguay menerapkan strategi pertahanan yang sangat rapat dan fisik, membuat Prancis kesulitan menciptakan peluang bersih. Tim asuhan Gustavo Alfaro bermain sangat defensif, dengan menempatkan sepuluh pemain di belakang bola, dan sering melakukan pelanggaran keras serta licik.


Perlawanan Fisik Paraguay dan Kepemimpinan Wasit

Pemain Prancis William Saliba berebut bola dengan pemain Praaguay Julio Enciso aat pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia di Philadelphia, Sabtu (04/07/2026). (AP Photo/Matt Slocum)

Paraguay secara terang-terangan menargetkan Kylian Mbappe dengan tekel tanpa henti dan pelanggaran berat, mencoba memprovokasikannya agar kehilangan ketenangan. Permainan keras dan provokasi lawan menjadi salah satu faktor yang disorot oleh penyerang Prancis tersebut.

Meskipun banyak pelanggaran dilakukan oleh Paraguay, wasit Ilgiz Tantashev dari Uzbekistan tidak memberikan satu pun kartu kuning kepada tim Amerika Selatan tersebut, sementara Prancis menerima tiga kartu kuning. Situasi ini memicu kritik terhadap gaya bermain kasar lawan yang tidak dihukum.

Menanggapi hal tersebut, pelatih Didier Deschamps memuji ketahanan mental para pemainnya. Deschamps mengungkapkan bahwa timnya tetap tenang dan fokus meskipun menghadapi provokasi lawan. "Mereka mencoba memancing reaksi, tapi kami tetap tenang. Itu kunci kami menang," kata Didier Deschamps.


Gol Penentu Mbappé di Tengah Kebuntuan

Prancis tampil dominan dalam penguasaan bola, namun lini belakang Paraguay yang solid meredam serangan-serangan Les Bleus. Hingga babak pertama usai, skor tetap 0-0, dan Prancis kesulitan memberikan ancaman berbahaya ke gawang Paraguay.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-70 melalui eksekusi penalti Kylian Mbappé. Penalti diberikan setelah wasit mengecek VAR dan menyatakan gelandang Paraguay, Diego Gomez, melanggar Desire Doue di kotak penalti.

Lanjut Baca:

Mbappé menegaskan bahwa timnya juga tahu bagaimana menghadapi pertandingan yang penuh perjuangan. "Kami tahu jenis pertandingan seperti apa yang dihadapi. Saya pikir sangat bagus bagi kami untuk mengalami pertandingan seperti itu dan melihat bagaimana kami menghadapinya. Kami menunjukkan bukan hanya sebagai tim yang mampu bermain sepakbola menyerang," kata Mbappe dinukil dari situs resmi FIFA. "Setiap tim menggunakan kekuatan masing-masing - tidak ada cara yang benar atau salah untuk bermain. Satu-satunya cara yang benar adalah menang. Sekarang kami harus fokus pada Maroko. Kami sangat menantikan untuk menghadapi mereka karena kami tahu mereka adalah tim yang sangat bagus," lanjut Mbappe.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya