Danantara dan BNI Bahas Strategi Pembiayaan Sektor Produktif

BNI dan Danantara membahas penguatan aksi korporasi, sinergi BUMN, serta peningkatan pembiayaan sektor produktif.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 04 Juli 2026, 16:50 WIB
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan jajaran Direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. (Dok Danantara)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BP) Danantara terus mendorong penguatan bank-bank pelat merah agar semakin kompetitif dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat strategi aksi korporasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) guna meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas pembiayaan ke sektor-sektor produktif.

Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dengan jajaran Direksi BNI. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas perkembangan kinerja perusahaan, arah strategi bisnis, hingga berbagai rencana aksi korporasi yang akan dijalankan BNI dalam beberapa waktu ke depan.

Pembahasan juga difokuskan pada evaluasi strategi pertumbuhan perusahaan agar BNI memiliki kapasitas bisnis yang lebih besar, mampu memperluas penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif, serta memperkuat daya saing di industri perbankan nasional.

Selain itu, Danantara dan BNI juga membahas peluang pengembangan bisnis baru serta penguatan sinergi di dalam ekosistem BUMN. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kontribusi BNI terhadap perekonomian Indonesia.

 

Membuka Peluang Bisnis Baru

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan jajaran Direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. (Dok Danantara)

Menurut Dony Oskaria, penguatan fundamental perusahaan menjadi kunci agar BNI dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan nasional.

"Pertumbuhan yang kuat harus didukung fundamental yang kuat. Karena itu, BNI perlu terus memperbesar kapasitas bisnisnya agar dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional," ujar Dony, dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2026).

Ia menilai, sebagai salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia, BNI memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus menjadi sumber pembiayaan bagi berbagai sektor produktif.

Karena itu, strategi pertumbuhan perusahaan harus disusun secara terukur agar mampu menjawab tantangan ekonomi yang terus berkembang, sekaligus membuka peluang bisnis baru di masa mendatang.

 

Menciptakan Efisiensi

Melalui penguatan aksi korporasi tersebut, BP BUMN bersama Danantara berharap bank-bank milik negara semakin sehat, adaptif, dan mampu bersaing di tengah dinamika industri perbankan.

Penguatan strategi bisnis juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan BNI dalam menyalurkan pembiayaan kepada sektor-sektor yang memiliki nilai tambah tinggi sehingga memberikan dampak lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain memperkuat bisnis inti, sinergi antarbadan usaha milik negara juga menjadi salah satu fokus yang terus didorong guna menciptakan efisiensi, memperluas peluang usaha, dan meningkatkan daya saing perusahaan.

Dengan langkah tersebut, Danantara berharap BNI dapat semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu bank nasional terdepan yang mampu mendukung pembangunan nasional sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat, negara, dan para pemangku kepentingan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya