Hari Ini Kegiatan Sekolah Dimulai Lagi

Sebanyak 50 siswa baru SMPN 56 Melawai, Senin ini, menggelar upacara bendera mengawali kegiatan belajar setelah libur panjang. Masa orientasi sekolah di SMUN 4 dan SMPN 4 Sidoarjo terganggu demonstrasi warga.

oleh Liputan6Diterbitkan 19 Juli 2004, 15:37 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Sekolah Menengah Pertama Negeri 56 di Melawai, Jakarta Selatan, yang masih berstatus sengketa tetap menerima pendaftaran murid untuk Tahun Ajaran 2004-2005. Sebanyak 50 siswa yang telah mendaftar, Senin (19/7) ini, menggelar upacara bendera mengawali kegiatan belajar setelah libur panjang. Sementara Nurlaila selalu penanggung jawab SMPN 56 dipanggil ke Kantor Kepolisian Daerah Metro Jakarta sebagai tersangka.

Sejumlah orang tua murid menyatakan siap berjuang untuk kelanjutan pendidikan di SMPN 56. Kris, seorang ibu mengaku tidak dimempermasalahkan status sekolah. "Walau nggak ijazah, saya tetap akan menyekolahkan anak saya di sini," kata Kris. Pengakuan serupa dilontarkan Rusnaini. Dia bertekad tetap memasukkan anaknya di SMPN 56 karena uang pendidikan ditanggung pemerintah. "Terus juga masih berstatus negeri," ujar Rusnaini.

Nurlaila mengaku heran dirinya dijadikan tersangka. Polda Metro Jaya memang menetapkan satu-satunya guru yang bertahan di SMPN 56 Melawai ini sebagai tersangka. Sejumlah tuduhan diarahkan kepada Nurlaila, antara lain mendirikan satuan pendidikan tanpa izin, memalsukan raport siswa, dan masuk pekarangan orang lain tanpa izin [baca: SMPN 56 Melawai Menerima Siswa Baru].

Di Sidoarjo, Jawa Timur, siswa SMPN dan Sekolah Menengah Umum Negeri 4 di Desa Sooko juga sudah mulai belajar. Hari ini, para siswa mengikuti masa orientasi. Kegiatan belajar mengajar sempat terhenti. Pasalnya, sejumlah warga Desa Sooko berunjuk rasa. Warga menuntut memasukkan sembilan siswa ke SMUN 4 yang ditolak lantaran nilai akhir mereka tidak mencukupi. Polisi kemudian berhasil meredakan pertikaian.

Para penduduk diajak berdialog dengan pengelola sekolah. Diskusi yang berjalan alot menemui jalan buntu. Kepala sekolah SMPN 4 dan SMUN 4 tetap menolak memasukkan kesembilan siswa. Alasannya, Dinas Pendidikan Sidoarjo dan surat keputusan Gubernur Sidoarjo tentang sistem pembagian nilai.

Kesibukan setelah libur panjang kenaikan kelas memang terasa sejak kemarin. Toko yang menjual peralatan sekolah dipadati pembeli. Maklum, orang tua juga ikut sibuk mempersiapkan anak mereka menghadapi tahun ajaran baru. Nike Mowali Tunai dan Rizki Nowali Tunai mengaku senang masuk kembali sekolah. Nike mengaku tidak sabar bertemu dengan kawan-kawannya.

Kegiatan belajar pada hari pertama sekolah memang belum penuh. Di kelas satu sekolah dasar biasanya hanya diisi perkenalan sesama teman. Sementara murid di kelas yang lebih tinggi masih menunggu jadwal belajar dan pembagian kelas.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya