Mengawali pekan ini, bursa saham Asia bergerak menguat dengan indeks saham acuan regional kembali melanjutkan kenaikan terpanjang sejak Desember.
Penguatan indeks saham itu dipicu dari bursa saham Jepang mendaki seiring yen melemah. Sementara itu, harga minyak naik ke level tertinggi dengan naik 0,5%. Dolar Australia dan Selandia Baru masing-masing melemah 0,1%.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,4% selama empat hari berturut-turut pada pukul 09.15 waktu Tokyo pada perdagangan saham Senin pekan ini. Indeks saham Jepang Topix menguat 1,3%. Indeks saham Jepang Nikkei menguat 1,1% ke level 14.649,04.
Adapun sentimen yang mempengaruhi bursa saham Asia antara lain rilis data ekonomi Jepang. Pemerintah Jepang melaporkan mencatatkan defisit transaksi berjalan yang mencapai rekor.
Selain itu, pelaku pasar juga memperhatikan dampak cuaca buruk membuat laporan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) mengecewakan. Pimpinan baru bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve, Janet Yellen juga akan memberikan testimoni pertamanya pada Selasa waktu setempat di Capitol Hill.
Pelaku pasar akan memperhatikan kelanjutan program bank sentral AS terutama laporan ekonomi AS yang variatif pada pekan lalu.
"Pemulihan AS dalam pertanyaan. Pernyataan pimpinan The Fed yang baru Janet Yellen akan menjadi fokus pasar," ujar Analis ANZ Bank New Zealand Ltd, Sharon Zollner, seperti dikutip dari laman Bloomberg, Senin (10/2/2014).
Data tenaga kerja AS menambah sekitar 113 ribu pada Januari, namun angka itu di bawah prediksi ekonomi sekitar 180 ribu. Sementara tingkat pengangguran turun menjadi 6,6% terendah sejak Oktober 2008. (Ahm)
Penguatan indeks saham itu dipicu dari bursa saham Jepang mendaki seiring yen melemah. Sementara itu, harga minyak naik ke level tertinggi dengan naik 0,5%. Dolar Australia dan Selandia Baru masing-masing melemah 0,1%.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,4% selama empat hari berturut-turut pada pukul 09.15 waktu Tokyo pada perdagangan saham Senin pekan ini. Indeks saham Jepang Topix menguat 1,3%. Indeks saham Jepang Nikkei menguat 1,1% ke level 14.649,04.
Adapun sentimen yang mempengaruhi bursa saham Asia antara lain rilis data ekonomi Jepang. Pemerintah Jepang melaporkan mencatatkan defisit transaksi berjalan yang mencapai rekor.
Selain itu, pelaku pasar juga memperhatikan dampak cuaca buruk membuat laporan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) mengecewakan. Pimpinan baru bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve, Janet Yellen juga akan memberikan testimoni pertamanya pada Selasa waktu setempat di Capitol Hill.
Pelaku pasar akan memperhatikan kelanjutan program bank sentral AS terutama laporan ekonomi AS yang variatif pada pekan lalu.
"Pemulihan AS dalam pertanyaan. Pernyataan pimpinan The Fed yang baru Janet Yellen akan menjadi fokus pasar," ujar Analis ANZ Bank New Zealand Ltd, Sharon Zollner, seperti dikutip dari laman Bloomberg, Senin (10/2/2014).
Data tenaga kerja AS menambah sekitar 113 ribu pada Januari, namun angka itu di bawah prediksi ekonomi sekitar 180 ribu. Sementara tingkat pengangguran turun menjadi 6,6% terendah sejak Oktober 2008. (Ahm)