Liputan6.com, Teheran: Hubungan antara Iran dan Kanada makin memburuk. Bahkan, Kanada telah menarik duta besarnya di Teheran. Penarikan ini merupakan buntut dari tertutupnya persidangan kasus kematian Zahra Kazemi, wartawati asal Kanada yang tewas di Teheran, 11 Juli silam. Dalam persidangan di Teheran, baru-baru ini, terdakwa Muhammad Reza Aqdam, seorang agen intelijen Iran menolak tuduhan pembunuhan terhadap Kazemi.
Persidangan kasus Kazemi tadi hanya diikuti oleh Dubes Kanada Phillip McKinnon dan aktivis hak asasi manusia sekaligus peraih Nobel Perdamaian 2003, Shirin Ebadi yang mewakili keluarga korban. Sedangkan tiga pengamat Kanada tak diizinkan masuk ke ruang sidang. Seusai sidang, Ebadi menilai, Aqdam sengaja dikorbankan untuk melindungi para pejabat tinggi Iran.
Zahra Kazemi dilarikan ke rumah sakit setelah menjalani interogasi terkait dengan pengambilan foto di luar sebuah penjara di Teheran. Semula kematian Kazemi dilaporkan akibat stroke
[baca: Memperbaiki Hubungan, Sharon Menemui Menlu Inggris]. Namun, berdasarkan penyelidikan yang digelar atas perintah Presiden Iran Muhammad Khatami diketahui bahwa Kazemi meninggal akibat pukulan di bagian kepala.(DEN/Rcm)
Persidangan kasus Kazemi tadi hanya diikuti oleh Dubes Kanada Phillip McKinnon dan aktivis hak asasi manusia sekaligus peraih Nobel Perdamaian 2003, Shirin Ebadi yang mewakili keluarga korban. Sedangkan tiga pengamat Kanada tak diizinkan masuk ke ruang sidang. Seusai sidang, Ebadi menilai, Aqdam sengaja dikorbankan untuk melindungi para pejabat tinggi Iran.
Zahra Kazemi dilarikan ke rumah sakit setelah menjalani interogasi terkait dengan pengambilan foto di luar sebuah penjara di Teheran. Semula kematian Kazemi dilaporkan akibat stroke
[baca: Memperbaiki Hubungan, Sharon Menemui Menlu Inggris]. Namun, berdasarkan penyelidikan yang digelar atas perintah Presiden Iran Muhammad Khatami diketahui bahwa Kazemi meninggal akibat pukulan di bagian kepala.(DEN/Rcm)