Putri Spanyol Hadir di Pengadilan Terkait Kasus Penipuan

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Spanyol, seorang anggota keluarga kerajaan hadir di pengadilan atas dakwaan melakukan penipuan.

oleh Liputan6 diperbarui 08 Feb 2014, 20:56 WIB
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Spanyol, seorang anggota keluarga kerajaan hadir di pengadilan atas dakwaan melakukan penipuan.

Putri Infanta Cristina (48), putri bungsu Raja Juan Carlos, tiba di pengadilan Majorca untuk menjawab berbagai pertanyaan hakim terkait tuduhan penipiuan, demikian dilansir BBC, Sabtu (8/2/2014)

Kasus yang dihadapi Cristina terkait operasional usaha yang dijalankan oleh suaminya, Inaki Urdangarin. Dia diduga menggelapkan dana publik sebesar jutaan dolar. Disebutkan suami Putri Cristina menjabat sebagai presiden LSM dengan nama Noos.

LSM itu menyelenggarakan serangkaian acara olahraga atas nama 2 pemerintah daerah dan Urdangarin dituduh melebih-lebihkan biaya penyelenggaraan acara.

Hakim menetapkan putri bungsu raja sebagai klik tersangka dalam kasus penipuan dan pencucian uang. Sejumlah email menunjukkan bawa Putri Spanyol ini mengetahui tentang kondisi finansial suaminya.

Inaki Urdangarin (45), adalah mantan pemain bola tangan Olimpiade. Ia diberhentikan sementara dari tugas kerajaan sejak Desember 2012. Dia dan mantan mitra bisnisnya Diego Torres dicurigai menggelapkan uang pemerintah daerah untuk Insitut Noos guna mengorganisir turnamen olahraga.

Dana itu dicurigai disalurkan ke perusahaan-perusahaan milik Urgangarin di rekening bank luar negeri. Namun, Putri Cristina dan suaminya membantah tegas semua tuduhan dan keduanya belum dikenai dakwaan.

Kasus hukum yang telah berjalan lama ini telah merusak reputasi keluarga Kerajaan Spanyol dan merongrong dukungan bagi monarki.

Sepanjang 3 tahun terakhir, kasus tersebut senantiasa menjadi berita besar di Spanyol. (Ado)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya