Mendadak Populer, Flappy Bird Cuma Beruntung Saja!

Siapa yang tak senang bukan kepalang jika video game hasil karyanya tiba-tiba saja populer dan dimainkan banyak orang di seluruh dunia.

oleh Dewi Widya Ningrum diperbarui 08 Feb 2014, 08:03 WIB

Siapa yang tak senang bukan kepalang jika video game hasil karyanya tiba-tiba saja populer dan dimainkan banyak orang di seluruh dunia. Apalagi jika game itu sebenarnya biasa-biasa saja dibanding game populer lainnya seperti Angry Birds.

Itulah yang dirasakan Dong Nguyen, sang pembuat Flappy Bird -- game yang sedang naik daun di perangkat mobile Android dan iOS. Menanggapi popularitas game besutannya, Dong mengaku dirinya hanya beruntung saja.

Ia bahkan terkejut melihat video gamenya masuk dalam peringkat tiga besar aplikasi game yang paling banyak diunduh di toko aplikasi Apple App Store.

"Saya tidak tahu bagaimana game saya bisa begitu populer. Sebagian besar pemainnya adalah anak-anak di sekolah. Saya ingin mengucapkan terima kasih karena memainkan game saya dan berbagi kepada orang lain," katanya kepada Techcrunch.

Bantah gunakan trik iklan viral

Dong mengklaim ia tidak menggunakan iklan viral untuk mempromosikan gamenya seperti yang ramai diberitakan. "Semua akun Twitter, Facebook dan Instagram tentang Flappy Bird itu bukan punya saya. Popularitas ini hanya keberuntungan saya saja," ucapnya.

Dong, pria yang berasal dari Hanoi, Vietnam ini sebenarnya memiliki dua game lain di App Store, yaitu Super Ball Juggling dan Shuriken Block. Pola gamenya sejenis dengan game Flappy Bird yang sederhana.

Meski gratis, jangan kira Dong tidak bisa mendapatkan untung dari game-gamenya. Dalam sebuah sesi wawancara dengan The Verge, Dong mengaku mendapatkan keuntungan USD 50 ribu atau sekitar Rp 608 juta per harinya dari fasilitas iklan digital yang ada di Flappy Bird.

Pria berusia 29 tahun ini telah menjalankan studio gamenya yang bernama dotGears Studio selama sekitar empat tahun. Yang menarik, studio itu hanya dikelola oleh satu orang yakni ia sendiri.

"Aku membuat game ini sendiri jadi tidak ada tim, dan game-game saya sangat sederhana sehingga tidak perlu sumber daya manusia banyak," ujarnya seperti dilansir Epoch Times.

Karakter burung di Flappy Bird sebenarnya sudah digambar sejak tahun 2012 untuk digunakan pada game platformer, tapi proyek ini kemudian dibatalkan. Menurutnya semua pemrograman game Flappy Bird hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari.

Ia juga menjamin bahwa tidak ada situasi yang mustahil yang tak bisa dilewatkan para pemain dalam game besutannya itu. 


Baca juga:

Ini Alasan Kenapa Game Flappy Bird Begitu Populer
Dibuat Kesal Flappy Bird? Mainkan Game yang Satu Ini!
Tips Sukses Main Flappy Bird Langsung Dari Penciptanya
Bikin Ketagihan, Flappy Bird Untung Rp 608 Juta Per Hari 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya