Liputan6.com, Jakarta - Puluhan ribu jemaah dari berbagai wilayah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu (22/8) malam untuk menghadiri kegiatan Jakarta Bersholawat yang digelar Majelis Nurul Musthofa bersama Pemprov DKI Jakarta.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Acara ini dihadiri sekitar 20.000 hingga 25.000 jemaah.
Advertisement
Selain mempererat tali silaturahmi antara ulama, umara, dan masyarakat, kegiatan tahunan ini juga diisi dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta pemulihan wilayah-wilayah di Indonesia yang terdampak bencana alam.
Ketua Panitia Pelaksana Jakarta Bersholawat sekaligus perwakilan Majelis Nurul Musthofa, Syakir Daulay, menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk mengajak anak muda meneladani akhlak Rasulullah SAW di tengah suasana peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam membangun generasi penerus yang cerdas dan berkarakter.
"Nah, hari ini kita mengadakan Jakarta Bersholawat yang kedua kalinya di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Sebuah keistimewaan yang apalagi di hari kemerdekaan ini, kita sama-sama menjaga akhlak generasi-generasi bangsa dengan sama-sama mengajak mereka mencontoh Rasulullah SAW," ujar Syakir Daulay.
Selain penanaman nilai-nilai keagamaan, gelaran Jakarta Bersholawat kali ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran Polri dalam menggalang doa untuk masyarakat yang terkena musibah di sejumlah daerah.
Syakir Daulay mengapresiasi perhatian khusus dari Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang mengamanatkan agar momen berkumpulnya puluhan ribu jemaah ini dimanfaatkan untuk mendoakan penanganan dan pemulihan di wilayah bencana, seperti di Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Aceh.
"Dan di malam hari ini juga, kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya, apresiasi kepada Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, yang mana beliau mendukung dan juga mensupport acara ini untuk sama-sama mendoakan bangsa dan negara kita, khususnya saudara-saudara kita yang sedang mengalami bencana, yaitu di Kalimantan, di NTT, di Aceh yang sedang pemulihan. Beliau mengamanatkan kepada kami semuanya, dan kami pun mendoakan atas amanat beliau mendoakan bangsa, negara, dan juga agama, khususnya lokasi-lokasi bencana yang sedang dalam pemulihan dan juga sedang dalam tindakan," tutur Syakir.
Lebih lanjut, Syakir menjelaskan bahwa sinergi antara ulama, pemerintah daerah, dan kepolisian merupakan kunci utama dalam menjaga persatuan serta keutuhan NKRI. Melalui pesan yang dititipkan Kapolri, seluruh elemen masyarakat, utamanya generasi muda, diimbau untuk terus menjaga kondusivitas, keamanan, dan kebersamaan di tengah momentum bulan kemerdekaan.
Di samping itu, acara ini juga menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan dengan mengajak para jemaah dan pemuda Jakarta untuk aktif memilah serta mengelola sampah demi mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pimpinan Majelis Ta'lim Nurul Musthofa, Habib Athos bin Hasan Assegaf, menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang turut mendukung kesuksesan acara Jakarta Bersholawat.
“Kepada seluruh elemen yang telah membantu mensukseskan acara Jakarta Bersholawat, utamanya Pemprov DKI dan Kapolri, semoga kita bisa terus bersinergi ke depannya untuk kegiatan-kegiatan positif,” kata Habib Athos.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan keagamaan ini. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan di ibu kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pengembangan mental dan karakter umat.
“Membangun yang saat ini dilakukan, pembangunan fisik juga dilakukan, tetapi membangun umat juga harus dilakukan," ujar Arifin.