PM India Kunjungi Jakarta dan Yogyakarta pada 6–8 Juli

Pertahanan, perdagangan, investasi, hingga ketahanan pangan menjadi sejumlah isu yang akan dibahas dalam kunjungan ini.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 03 Juli 2026, 17:08 WIB
Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (3/7/2026), jelang kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi. (Dok. Liputan6.com/Khairisa Ferida)

Liputan6.com, Jakarta - Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026. Kunjungan selama dua malam itu merupakan lawatan balasan setelah Presiden Prabowo Subianto menghadiri Hari Republik India sebagai tamu kehormatan pada Januari 2025.

Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty mengatakan PM Modi akan mengunjungi Jakarta dan Yogyakarta sebelum melanjutkan lawatan ke Australia.

Menurut Dubes Sandeep, India dan Indonesia telah memiliki kemitraan strategis. Tantangan ke depan, kata dia, adalah bagaimana membuat hubungan kedua negara semakin relevan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa India telah menyusun rencana pembangunan menuju 100 tahun kemerdekaannya pada 2047, sementara Indonesia memiliki Visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kedua negara memiliki banyak kesamaan, mulai dari pengalaman sebagai bangsa yang pernah dijajah hingga pengalaman dalam pembangunan.

"Karena itu, kami ingin saling berbagi pengetahuan dan keahlian demi meningkatkan kehidupan masyarakat di kedua negara," ujar Dubes Sandeep kepada para awak media, Jumat (3/7/2026).

Di tengah dinamika geopolitik saat ini, Dubes Sandeep menilai hubungan yang semakin erat antara India dan Indonesia menjadi semakin penting. Menurutnya, sebagai dua negara berkembang yang besar sekaligus pemimpin di Global South, India dan Indonesia perlu menunjukkan kepada dunia bahwa keduanya mampu bekerja sama dan saling memperkuat.

Dalam kunjungan tersebut, PM Modi dan Presiden Prabowo akan membahas sejumlah isu strategis. Pembahasan akan mencakup kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan karena kedua negara berbagi ruang maritim yang sama dan merupakan tetangga maritim.

Selain itu, kedua pemimpin juga akan membahas penguatan perdagangan dan investasi, ketahanan pangan, ketahanan energi, kerja sama dalam proyek hilirisasi dan pengembangan mineral kritis, serta peningkatan kapasitas di bidang kesehatan dan pendidikan.

Dubes Sandeep mengatakan belum dapat mengungkapkan rincian hasil pembahasan tersebut. Menurutnya, berbagai perkembangan dan kesepakatan akan diumumkan selama kunjungan resmi berlangsung.

Berdasarkan agenda sementara, PM Modi dijadwalkan tiba di Jakarta pada Senin (6/7) malam. Pada Selasa (7/7), ia akan menggelar pertemuan dan pembicaraan bilateral dengan Presiden Prabowo yang dilanjutkan dengan jamuan kenegaraan.

Pada malam harinya, kedua pemimpin dijadwalkan menyampaikan sambutan di hadapan komunitas India di Indonesia. Selanjutnya, pada Rabu (8/7), PM Modi dijadwalkan bertolak ke Yogyakarta sebelum melanjutkan lawatan ke Australia dan Selandia Baru.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya