Kesiapan PPN Pasok BBM ke Kampung Nelayan hingga Pelabuhan Perikanan

Saat ini, Pertamina Patra Niaga telah mengoperasikan 416 SPBU Nelayan di berbagai wilayah Indonesia.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 02 Juli 2026, 20:00 WIB
Saat ini, Pertamina Patra Niaga telah mengoperasikan 416 SPBU Nelayan di berbagai wilayah Indonesia. Dok PPN

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga memastikan dukungan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih melalui penyediaan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di sentra nelayan, kampung nelayan, dan pelabuhan perikanan.

Kali ini dengan menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama antara Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, dengan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan ketersediaan energi yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat produktivitas sektor perikanan nasional.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan bahwa penyediaan energi merupakan salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem ekonomi pesisir.

"Bagi Pertamina Patra Niaga, energi menjadi fondasi yang menggerakkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. Kami mendukung penuh pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi pesisir," ujar Mars Ega.

Sebagai Subholding Downstream Pertamina, Pertamina Patra Niaga berkomitmen memastikan layanan energi hadir hingga ke pusat-pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Saat ini, Pertamina Patra Niaga telah mengoperasikan 416 SPBU Nelayan di berbagai wilayah Indonesia sebagai infrastruktur energi yang mendukung aktivitas melaut dan memperluas akses BBM bagi sektor perikanan.

"Melalui kolaborasi ini, Pertamina Patra Niaga siap memastikan layanan energi yang andal untuk mendukung operasional Kampung Nelayan Merah Putih sehingga mampu berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Koperasi, kami berharap sinergi ini dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan, sekaligus mendukung implementasi Asta Cita melalui penguatan ekonomi biru dan ketahanan pangan nasional," pungkas Mars Ega.

Pemerintah Bidik Indonesia Jadi Eksportir Ikan Terbesar Dunia

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, membidik target agar Indonesia bisa mencapai swasembada ikan tahun ini. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah juga berambisi membawa Indonesia bertransformasi menjadi eksportir komoditas ikan terbesar di dunia.

Bicara mengenai swasembada, Zulkifli mengisahkan bagaimana komitmen Indonesia dalam menopang kebutuhan domestik dari hasil buminya sendiri. Khusus untuk pemenuhan protein dari sektor kelautan, ia menegaskan tidak ingin produksi sekadar pas-pasan untuk swasembada, melainkan harus mencatatkan lonjakan yang masif.

"Jadi intinya, tahun ini fokus kita tidak hanya swasembada. Kita ingin menjadi penghasil ikan terbesar di dunia. Apa bisa? Ya bisa kalau kita bersungguh-sungguh," kata Zulkifli seusai Rapat Koordinasi Nasional Program Kerja Prioritas Nasional Sektor Kelautan dan Perikanan di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Ia menambahkan, peta jalan swasembada pangan nasional digarap secara bertahap. Penuangan fokus dimulai dari swasembada karbohidrat seperti beras dan jagung yang telah diakselerasi sejak 2025. Memasuki tahun 2026, komitmen tersebut bergeser untuk mengamankan swasembada sektor perikanan guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan gizi nasional di masa mendatang.

"Tahun pertama (2025) sudah tercapai untuk karbohidrat utama yaitu beras dan jagung. Tahun ini fokusnya adalah protein ikan, baik dari sektor ikan tangkap di laut maupun hasil budidaya," ujarnya.

Langkah taktis tersebut dijalankan melalui pengembangan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) guna menunjang produktivitas para nelayan lokal. Program prioritas ini pun mendapatkan dukungan penuh dari Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto).

"Ibu Ketua Komisi IV juga mendukung penuh kebijakan Presiden untuk swasembada. Insyaallah, tidak hanya swasembada, bahkan kita akan menjadi eksportir besar," tegas Zulkifli.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya