Puan Buka Suara soal PDIP Disebut Abu-Abu

Puan Maharani membantah anggapan bahwa posisi politik PDIP sebagai partai penyeimbang tidak jelas.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 02 Juli 2026, 14:15 WIB
Ketua DPP Bidang Politik PDI Perjuangan Puan Maharani. Foto: Istimewa

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani merespons kritik sejumlah partai politik pendukung pemerintah yang menilai posisi partainya tidak jelas atau berada di wilayah abu-abu lantaran menjadi penyeimbang.

Ketua DPR ini menuturkan, PDIP selama ini adalah partai dengan arah dan sikap yang jelas.

"Enggak kok, kita jelas," kata Puan di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menilai konstitusi Indonesia tidak mengenal istilah partai penyeimbang. Pernyataan itu disampaikan Jazilul menanggapi polemik sikap PDIP sebagai partai penyeimbang.

"Praktik politik kita juga tidak mengenal oposisi. Itu tidak ada di konstitusi. Tapi juga tidak ada partai penyeimbang. Tidak dikenal dalam sistem kita," ujar Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Meski demikian, Jazilul meminta polemik terkait sikap politik partai tidak diperpanjang. Ia mengajak seluruh partai politik untuk bersama-sama menghadapi tantangan bangsa.

"Ini hanya menyampaikan pesan bahwa Presiden Prabowo dan pemerintah sedang berjuang keras untuk menuntaskan serta mewujudkan visi dan misinya," katanya.

PKB: Konstitusi Tidak Mengenal Istilah Partai Penyeimbang

Pihaknya tidak mempermasalahkan setiap partai politik menyampaikan pandangannya. Namun, menurut dia, saat ini negara membutuhkan soliditas dan kekompakan seluruh elemen bangsa.

"Seluruh kader partai dan politisi tentu boleh saja menyampaikan pendapatnya. Tapi yang lebih penting adalah soliditas dan kekompakan karena menghadapi tantangan yang berat ini membutuhkan semua pihak, baik publik, partai politik, organisasi kemasyarakatan, maupun mahasiswa," kata dia.

Selain itu, Ketua Fraksi PKB DPR itu mengaku tidak mengetahui adanya koordinasi antarpartai pendukung pemerintah terkait kritik terhadap PDI Perjuangan.

"Saya tidak tahu soal itu karena masing-masing partai memiliki sikap sendiri. Saya bukan koordinator, jadi saya tidak paham soal itu. Saya hanya menyampaikan apa yang menjadi pandangan saya," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya