Rusia Gempur Kyiv, 2 Orang Tewas 16 Lainnya Terluka

Serangan Rusia ke Ukraina menggunakan rudal balistik, rudal jelajah dan drone.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 02 Juli 2026, 11:01 WIB
Warga setempat berjalan di dekat dealer mobil yang rusak akibat serangan rudal dan drone besar-besaran Rusia di Kyiv pada Selasa 2 Juni 2026, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. (Tetiana DZHAFAROVA/AFP)

Liputan6.com, Kyiv - Rusia melancarkan serangan udara berskala besar ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Kamis (2/7/2026) malam dengan mengerahkan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 16 lainnya.

Kepala Administrasi Militer Kyiv, Tymur Tkachenko, mengatakan serangan menghantam sejumlah bangunan tempat tinggal di berbagai wilayah ibu kota. Sebuah hotel di jalan utama pusat kota juga dilaporkan terbakar akibat serangan tersebut, dikutip dari laman The Guardian, Kamis (2/7).

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyebut sebuah gedung apartemen sembilan lantai mengalami kerusakan parah sehingga sejumlah warga terjebak di dalamnya. Sementara itu, atap gedung apartemen bertingkat tinggi lainnya juga dilaporkan terbakar.

Klitschko mengatakan lantai satu hingga lantai enam sebuah gedung apartemen runtuh setelah terkena serangan langsung.

Dalam unggahannya di Telegram, ia meminta warga tetap berada di tempat perlindungan karena "serangan musuh yang dahsyat" masih berlangsung di ibu kota.

Serangan Rusia dilaporkan berdampak pada seluruh 10 distrik di Kyiv, baik di sisi timur maupun barat Sungai Dnipro. Setelah peringatan serangan udara dikeluarkan, ribuan warga bergegas mencari perlindungan di stasiun metro.

Banyak warga membawa anak-anak, barang-barang penting, tenda, hingga hewan peliharaan saat berlindung di bawah tanah. Peringatan serangan udara juga diberlakukan di sebagian besar wilayah Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya telah memperingatkan adanya potensi serangan besar berdasarkan laporan intelijen. Ia bahkan mempersingkat kunjungannya ke Dublin, Irlandia, untuk kembali memantau situasi di dalam negeri.

 

Intensitas Serangan Rusia ke Ukraina

Petugas medis militer memberikan pertolongan pertama kepada tentara yang terluka (kanan) dan memasukkan jenazah tentara yang tewas ke dalam tas dekat Kremenna di wilayah Luhansk, Ukraina, 16 Januari 2023. Hingga saat ini pejabat Ukraina menolak untuk mengonfirmasi jumlah korban dalam perangnya dengan Rusia, setelah ketua Komisi Uni Eropa pada akhir November 2022 lalu memperkirakan bahwa "lebih dari 20.000 warga sipil dan 100.000 tentara Ukraina telah tewas di Ukraina hingga saat ini." (AP Photo/LIBKOS)

Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia meningkatkan intensitas serangan terhadap Kyiv. Peningkatan serangan itu terjadi di tengah operasi drone jarak jauh Ukraina yang menargetkan fasilitas militer dan infrastruktur energi Rusia, yang disebut telah mengganggu jalur logistik dan pasokan bahan bakar di negara tersebut.

Di tengah eskalasi konflik, Polandia mengerahkan jet tempur sebagai langkah antisipasi untuk mengamankan wilayah udaranya.

Angkatan Bersenjata Polandia menyatakan pengerahan pesawat tempur dilakukan sebagai tindakan pencegahan, terutama untuk menjaga keamanan wilayah udara yang berbatasan dengan kawasan yang terdampak konflik.

"Tindakan ini bersifat preventif dan bertujuan mengamankan serta melindungi wilayah udara, terutama di daerah yang berdekatan dengan wilayah yang terancam," demikian pernyataan militer Polandia melalui media sosial X.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya