Liputan6.com, Baghdad: Setelah dilangsungkannya sidang pertama terhadap Saddam Hussein, Kamis silam, berbagai sikap dikemukakan warga Irak. Di antaranya di Distrik Sadr, Baghdad, Irak. Seusai salat Jumat, imam kaum Syiah setempat menuntut hukuman mati bagi mantan Presiden Irak tersebut, Jumat (2/7) [baca: Saddam Hussein Segera Diadili di Irak].
Dalam waktu hampir bersamaan, kekerasan masih terjadi di beberapa daerah Irak. Di wilayah Al-A`mal, Baghdad, sebuah roket menghantam rumah. Akibatnya bangunan tersebut rusak parah dan menewaskan setidaknya dua orang serta seorang anak. Selain itu sebuah mobil yang diparkir di depan rumah juga rusak berat. Dokter Rumah Sakit Al-Yarmouk mengatakan, pihaknya menerima tiga warga yang terluka akibat serangan roket tersebut. Belum diketahui motif serta dalang dari penyerangan tersebut.
Serangan roket lainnya mengenai dua hotel yang menjadi tempat penginapan orang asing. Yakni Hotel Sheraton dan Hotel Baghdad. Namun, serangan itu hanya menimbulkan kerusakan kecil. Bahkan dilaporkan, sebuah mortir jatuh di dekat Kedutaan Besar Republik Indonesia, untungnya tidak meledak [baca: Dua Bom Mobil Mengguncang Baghdad].
Sementara di wilayah Kazimiya, puluhan pengikut setia Imam Muqtada al Sadr turun ke jalan meneriakkan slogan pro-Sadr serta kematian bagi Saddam. Sedangkan di Kota Sammara, sekitar 100 kilometer utara Baghdad, ratusan pendukung Saddam turun ke jalan guna memberikan dukungan kepada mantan penguasa Negeri 1001 malam itu.(DNP/Dew)
Dalam waktu hampir bersamaan, kekerasan masih terjadi di beberapa daerah Irak. Di wilayah Al-A`mal, Baghdad, sebuah roket menghantam rumah. Akibatnya bangunan tersebut rusak parah dan menewaskan setidaknya dua orang serta seorang anak. Selain itu sebuah mobil yang diparkir di depan rumah juga rusak berat. Dokter Rumah Sakit Al-Yarmouk mengatakan, pihaknya menerima tiga warga yang terluka akibat serangan roket tersebut. Belum diketahui motif serta dalang dari penyerangan tersebut.
Serangan roket lainnya mengenai dua hotel yang menjadi tempat penginapan orang asing. Yakni Hotel Sheraton dan Hotel Baghdad. Namun, serangan itu hanya menimbulkan kerusakan kecil. Bahkan dilaporkan, sebuah mortir jatuh di dekat Kedutaan Besar Republik Indonesia, untungnya tidak meledak [baca: Dua Bom Mobil Mengguncang Baghdad].
Sementara di wilayah Kazimiya, puluhan pengikut setia Imam Muqtada al Sadr turun ke jalan meneriakkan slogan pro-Sadr serta kematian bagi Saddam. Sedangkan di Kota Sammara, sekitar 100 kilometer utara Baghdad, ratusan pendukung Saddam turun ke jalan guna memberikan dukungan kepada mantan penguasa Negeri 1001 malam itu.(DNP/Dew)