Tujuh BUMN Logistik Resmi Gabung, Simak Daftar Perusahaan

Danantara resmi mengonsolidasi 7 BUMN logistik guna memangkas tumpang tindih layanan dan menekan biaya logistik nasional agar lebih kompetitif di ASEAN.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 01 Juli 2026, 21:10 WIB
Tampak Tumpukan peti kemas terparkir di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priuk, Jakarta, yang dikelola oleh Pelindo. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Konsolidasi tujuh perusahaan logistik milik negara resmi dimulai setelah dilakukannya penandatanganan Shareholders Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan pada Selasa (30/6/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pembentukan ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi sekaligus meningkatkan efisiensi layanan logistik di Indonesia.

Prosesi penandatanganan berlangsung di Pos Bloc Jakarta dan dihadiri perwakilan dari tujuh perusahaan yang terlibat dalam penggabungan, yakni Pelindo Solusi Logistik melalui Multi Terminal Indonesia, Pelindo Solusi Logistik melalui Prima Indonesia Logistik, Pos Logistics, Pelni Logistics, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), serta Krakatau Integrated Logistics.

Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Asset Management (DAM), Aurelius Altius Rosimin, mengatakan penggabungan tersebut menjadi tonggak penting dalam pelaksanaan Konsolidasi BUMN Logistik Nasional yang diinisiasi Danantara Asset Management. Program tersebut merupakan bagian dari transformasi portofolio perusahaan untuk mendukung target pembangunan jangka panjang nasional.

"Penggabungan ini bertujuan untuk memangkas fragmentasi entitas, mengoptimalkan skala usaha, serta mengeliminasi tumpang tindih layanan yang selama ini mengganjal efisiensi logistik pelat merah," ujarnya dikutip Rabu (1/7/2026).

 

Sistem Hulu hingga Hilir

Terminal Petikemas Surabaya (TPS)/Pelindo III.

Melalui konsolidasi ini, pemerintah menargetkan terciptanya ekosistem logistik yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir. Penyatuan berbagai entitas tersebut diharapkan mampu memperbesar kapasitas usaha, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengurangi duplikasi fungsi yang selama ini terjadi di antara perusahaan logistik BUMN.

Langkah tersebut juga diharapkan dapat memperkuat daya saing industri logistik nasional sekaligus mendorong penurunan biaya logistik Indonesia yang masih relatif lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara di kawasan ASEAN.

Dalam konsolidasi tersebut, PT Pos Indonesia (Persero) mendapat peran strategis sebagai salah satu pilar utama ekosistem logistik baru. Perseroan menyatakan siap mendukung proses transformasi dengan memanfaatkan jaringan operasional yang telah tersebar di seluruh Indonesia.

 

Penggabungan Bertahap

Direktur Utama Pos Indonesia, Daud Joseph, mengatakan perusahaan memiliki infrastruktur yang memadai untuk mendukung integrasi layanan logistik nasional berbasis multimoda dan digital.

"Pos Indonesia saat ini didukung jaringan 5.597 titik layanan yang menjangkau seluruh pelosok Indonesia, didukung armada sebanyak 8.032 unit, dengan jangkauan layanan ke lebih dari 220 negara. Perusahaan ini melayani lebih dari 2,2 juta pelanggan dan memproses lebih dari 300 ribu paket per hari," kata pria yang akrab disapa Jos tersebut.

Ia menambahkan, proses penggabungan akan dijalankan secara bertahap dengan tetap mengedepankan penerapan Good Corporate Governance (GCG) serta manajemen risiko agar seluruh layanan kepada pelanggan tetap berjalan normal selama masa transisi.

"Satu hal yang menjadi komitmen utama adalah menjaga kontinuitas layanan kepada seluruh pelanggan selama proses transformasi berlangsung. Para pelanggan dapat dipastikan tidak akan terganggu oleh proses penggabungan ini," tambahnya.

Secara jangka panjang, konsolidasi tujuh BUMN logistik tersebut diharapkan mampu menciptakan layanan logistik end-to-end yang lebih kompetitif sekaligus memberikan dampak berganda bagi dunia usaha. Melalui transformasi ini, Indonesia juga membidik lahirnya National Logistics Champion yang mampu memperkuat rantai pasok domestik serta meningkatkan daya saing logistik nasional di tingkat global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya