Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengucapkan terima kasih kepada para mitra pengemudi ojek online (ojol) dan taksi online (taksol) yang turut menggerakkan perekonomian masyarakat.
"Pertemuan ini selamanya akan saya ingat di tengah para pejuang nafkah, pejuang keluarga, dan penggerak ekonomi kita. Ini luar biasa karena bapak dan ibu semua adalah tulang punggung. Setiap keringat yang diteteskan, Insyaallah menjadi pahala," ujar AHY dalam Peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Sasono Adiguno, Senin (29/6/2026).
Advertisement
Selain kepada para mitra pengemudi, AHY juga mengucapkan terima kasih kepada para pengusaha dan investor industri angkutan umum online.
"Terima kasih kepada industri ojol secara keseluruhan yang telah menciptakan lapangan kerja dan sumber penghasilan, memperlancar mobilitas sehingga tidak semua harus menggunakan kendaraan pribadi, serta mempercepat pergerakan manusia, barang, maupun jasa dari satu lokasi ke lokasi lain," tambahnya.
Dalam acara tersebut, AHY mengapresiasi inisiatif perusahaan angkutan umum online yang melakukan elektrifikasi armadanya.
"Tahun lalu itu 14 ribu kendaraan listrik, Juni tahun ini 28 ribu, dan mudah-mudahan akhir tahun bisa tembus sampai 42 ribu," kata AHY.
Bangun Ekosistem
Terkait peran pemerintah, AHY mengatakan, "Yang dilakukan oleh pemerintah tentu adalah membangun ekosistem. Termasuk memastikan agar kebijakan-kebijakan yang dilahirkan juga terus berpihak untuk mendorong pengembangan industri dan elektrifikasi kendaraan. Termasuk insentif pajak, insentif bagi industri dan para investor untuk mengembangkan, misalnya, baterai dan mobil nasional. Termasuk motor listrik dan lain sebagainya."
Menutup sambutannya, AHY menyinggung salah satu hal yang selama ini menjadi harapan masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik.
"Dan terakhir, yang sering juga menjadi pertanyaan dan harapan masyarakat yang tertarik untuk bertransisi menggunakan kendaraan listrik adalah ketersediaan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum). Maka pemerintah ingin terus mendorong agar semakin banyak titiknya dan penyebarannya juga semakin meluas. Tentu Jawa yang paling padat penduduknya menjadi prioritas utama."
"Tetapi pulau-pulau lain selain Jawa juga harus semakin banyak. Sekali lagi, jumlah titik stasiun ini harus terus ditambah agar pengguna EV atau kendaraan listrik semakin nyaman. Mereka tidak khawatir bepergian jauh karena selalu bisa memperkirakan di mana mereka dapat mengisi daya mobilnya," tutupnya.