Destinasi Wisata Termahal di Dunia 2026, Bisa Habiskan Rp 20 Juta Sehari

Destinasi wisata termahal di dunia 2026 didominasi oleh tempat-tempat terisolasi. Bisa tebak apa yang ada di urutan pertama?

oleh Dinny MutiahDiterbitkan 02 Juli 2026, 07:00 WIB
Sebagai informasi, Aurora Borealis merupakan salah satu fenomena langit yang paling diburu oleh pencinta alam dan astronomi. Tampak dalam foto, Aurora borealis menerangi langit malam di atas sebuah pondok kecil di Nuuk, Greenland, pada 23 Januari 2026. (Jonathan NACKSTRAND/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Healing dengan berlibur bisa dilakukan ke mana pun. Semua itu tergantung pada bujet yang Anda miliki. Pernahkah Anda penasaran destinasi wisata manakah yang paling mahal di dunia?

Tim di perusahaan asuransi perjalanan SquareMouth telah menghitung angkanya untuk Anda. Mengutip Euronews, Senin, 29 Juni 2026, dengan melihat biaya perjalanan yang dilaporkan dari lebih dari 100.000 penjualan asuransi perjalanan, survei terhadap lebih dari 6.000 pelanggan, dan data dari sumber seperti Google Flights dan hotel Kayak, indeks biaya mengungkapkan 15 destinasi termahal di dunia pada 2026.

Tidak mengherankan, destinasi terpencil dan terisolasi berada di puncak daftar, karena tempat-tempat ini lebih sulit dijangkau, lebih mahal untuk dipasok, dan seringkali melayani wisatawan mewah dan petualang. Di antara tempat yang memenuhi kriteria tersebut, Greenland lah yang menempati urutan pertama. 

Menurut data, biaya perjalanan rata-rata per hari di Greenland mencapai USD 1.171 (hampir Rp 21 juta). Detailnya mencakup biaya sewa mobil mencapai USD 110 (hampir Rp 2 juta) per hari. 

Belum lagi biaya menginap di hotel pada hari kerja, bukan akhir pekan, yang akan menghabiskan biaya USD 227 (sekitar Rp 4 juta). Lalu, makan malam di restoran murah sekitar USD 36,03 (hampir Rp 650 ribu).

Selanjutnya adalah Kepulauan Virgin Britania Raya, dengan biaya hotel pada hari kerja adalah USD 1.137 (sekitar Rp 20,3 juta), dan biaya perjalanan rata-rata per hari adalah USD 925 (sekitar Rp 16,5 juta). 

Daftar 15 Destinasi Wisata Termahal 2026

Untuk diketahui, Aurora Borealis hanya terjadi di wilayah lintang tinggi bumi bagian Utara. Tampak dalam foto, Aurora Borealis menerangi langit di atas katedral The Nuuk di Nuuk, Greenland, pada 23 Januari 2026. (Jonathan NACKSTRAND/AFP)

Di urutan ketiga adalah Polinesia Prancis, dengan biaya perjalanan per hari sebesar USD 756 (sekitar Rp 13,5 juta), dan biaya hotel per malam pada hari kerja sebesar USD 1.382 (hampir Rp 25 juta).

Di posisi empat adalah Antartika, dengan biaya penerbangan sebesar USD 1.899 (sekitar Rp34 juta) dan biaya perjalanan per hari sebesar USD 1.511 (sekitar Rp 27 juta). Maladewa, di urutan kelima, dengan biaya perjalanan per hari sebesar USD 1.072 (Rp 19,2 juta) dan biaya hotel per malam pada hari kerja sebesar USD 1.249 (Rp 22,3 juta).

15 Destinasi Wisata Termahal 2026

1. Greenland

2. Kepulauan Virgin Britania Raya

3. Polinesia Prancis

4. Antartika

5. Maladewa

6. Swiss

7. Zimbabwe

8. Kepulauan Turks dan Caicos

9. Botswana

10. Anguilla

11. Saint Lucia

12. Namibia

13. Islandia

14. Norwegia

15. Zambia

Trump Ancam Caplok Greenland

Donald Trump bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk menguasai wilayah tersebut. Tampak dalam foto, weorang wanita menarik anak-anaknya di atas kereta luncur saat demonstrasi menentang kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terhadap Greenland di depan konsulat AS di Nuuk, Sabtu 17 Januari 2026. (AP Photo/Evgeniy Maloletka)

Greenland jadi sorotan dunia setidaknya dalam setahun terakhir setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin untuk mengakuisisi wilayah yang berada di bawah kedaulatan Denmark. Jika Greenland benar-benar dijual, beberapa analis memperkirakan nilai pulau tersebut bisa mencapai triliunan dolar.

Dikutip dari CNBC, Jumat, 9 Januari 2026, Pemerintah AS diketahui sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk memperoleh wilayah tersebut, mulai dari pembelian langsung hingga penggunaan kekuatan militer. Denmark, yang merupakan anggota NATO bersama AS, secara tegas menolak penjualan Greenland, ketegangan politik pun semakin meningkat.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menjelaskan, isu akuisisi Greenland dibahas secara aktif oleh Trump dan tim keamanan nasionalnya. Bahkan, Menteri Luar Negeri Marco Rubio juga berencana untuk bertemu dengan pejabat Denmark minggu depan untuk membahas potensi ini.

Wacana itu bukanlah yang pertama kali. Pada 1946, AS pernah mengajukan tawaran resmi sebesar USD 100 juta atau setara dengan USD 1,7 miliar pada saat ini.

Daya Tarik Utama Greenland

Ratusan orang turun ke jalan pada Sabtu (17/1/2026) berunjuk rasa dengan mendatangi konsulat Amerika Serikat (AS) di Nuuk, Greenland. Tampak dalam foto, warga berdemonstrasi menentang kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terhadap Greenland di depan konsulat AS di Nuuk, Sabtu 17 Januari 2026. (AP Photo/Evgeniy Maloletka)

Alasan utama Trump ingin mencaplok Greenland tak lain karena sumber daya alam yang melimpah. Para ahli memprediksi bahwa Greenland dapat bernilai lebih dari USD 4 triliun jika memperhitungkan potensi sumber daya alam yang ada di wilayah tersebut.

Berdasarkan studi yang diterbitkan pada Januari 2025, cadangan mineral dan energi kritis di Greenland diperkirakan mencapai lebih dari USD 4,4 triliun. Angka ini akan turun menjadi sekitar USD 2,7 triliun jika minyak dan gas alam yang sebelumnya dibatalkan izin eksplorasinya pada 2021 tidak dihitung.

Meskipun demikian, beberapa perkiraan lebih konservatif menyebutkan angka yang lebih rendah. Sebagai contoh, analisis dari Financial Times pada 2019 memperkirakan nilai Greenland sekitar USD 1,1 triliun. Sedangkan, Iwan Morgan, profesor di Institute of the Americas, University College of London, mengingatkan bahwa potensi nilai Greenland bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga aspek politik dan geopolitik yang sangat kompleks.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya