Keir Starmer Dikabarkan Incar Kursi Sekjen NATO

Apa syarat yang harus dipenuhi oleh Keir Starmer jika ingin menjadi Sekjen NATO?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 29 Juni 2026, 16:17 WIB
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada 9 Mei 2026. (Maja Smiejkowska/PA via AP)

Liputan6.com, London - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akan segera mengundurkan diri. Kini, ia dikabarkan mengincar jabatan Sekretaris Jenderal NATO pada 2028. Informasi tersebut dilaporkan The Observer pada Minggu (28/6/2026).

Laporan itu menyebut Starmer harus tetap menjadi anggota parlemen dari Partai Buruh setelah mundur sebagai perdana menteri apabila ingin mencalonkan diri sebagai pemimpin aliansi pertahanan tersebut.

Selain itu, ia juga perlu menjaga hubungan baik dengan calon penerusnya, anggota parlemen Andy Burnham.

Dukungan pemerintah Inggris disebut menjadi syarat penting bagi pencalonan Starmer sebagai Sekretaris Jenderal NATO, dikutip dari laman The Telegraph, Senin (29/6).

Sebelumnya, pada 22 Juni, Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Buruh yang berkuasa.

Meski demikian, ia menyatakan akan tetap menjabat sebagai perdana menteri hingga partainya memilih pemimpin baru.

Starmer mengatakan proses pemilihan penggantinya akan dimulai pada 9 Juli dan ditargetkan rampung sebelum parlemen kembali bersidang pada September.

Saat ini, jabatan Sekretaris Jenderal NATO dipegang oleh mantan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, yang mulai menjabat pada 2024 dengan masa tugas selama empat tahun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya