Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 1.450 Orang

Hingga kini, petugas dan warga di Venezuela masih mencari korban hilang akibat gempa.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 29 Juni 2026, 14:25 WIB
Pasien berada di luar rumah sakit di Catia La Mar, Venezuela, Kamis (25/6/2026), setelah bangunan tersebut rusak akibat dua gempa hebat yang terjadi pada Rabu (24/6) malam. (Dok. AP/Pedro Mattey)

Liputan6.com, Caracas - Jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela meningkat menjadi 1.450 orang hingga Minggu (28/6/2026). Data terbaru tersebut disampaikan Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez.

Dalam pidato yang disiarkan melalui televisi, Rodriguez mengatakan lebih dari 3.150 orang mengalami luka-luka, sementara 12.721 lainnya mengungsi atau terdampak bencana.

Ia juga menyebut sedikitnya 774 bangunan runtuh akibat dua gempa yang mengguncang negara tersebut.

Menurut Rodriguez, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan untuk menemukan korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan.

Pemerintah Venezuela mengerahkan lebih dari 25.000 personel yang terdiri atas tim penyelamat, anggota militer, polisi, petugas perlindungan sipil, Palang Merah, serta berbagai organisasi kemanusiaan.

Selain itu, sebanyak 2.624 personel penyelamat internasional turut membantu penanganan bencana. Mereka didukung 137 anjing pelacak dan 49 kendaraan operasional.

Sehari sebelumnya, Rodriguez melaporkan jumlah korban tewas mencapai 1.430 orang dengan 3.238 korban luka.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu dengan selang waktu hanya 39 detik.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,5 berpusat sekitar 23 kilometer di tenggara Yumare, Negara Bagian Yaracuy. Sementara gempa magnitudo 7,2 berpusat sekitar 23,9 kilometer di timur laut San Felipe, yang juga berada di Negara Bagian Yaracuy.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya