Liputan6.com, Jakarta - Menjelang HUT Bhayangkara, Polda Riau menuntaskan pembangunan dan renovasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau.
Program yang merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tersebut menjadi wujud nyata kehadiran Polri dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, hingga pusat-pusat kegiatan ekonomi.
Advertisement
Dansat Brimob Polda Riau Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, hingga akhir Juni, Satgas Darurat Pembangunan dan Renovasi Infrastruktur Jembatan Polda Riau telah menuntaskan target pembangunan sebanyak 110 Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau.
Dia menjelaskan, program tersebut dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup pembangunan 27 jembatan yang telah selesai dan diresmikan langsung oleh Kapolri pada 17 Maret di Kabupaten Kampar. Tahap kedua berupa penuntasan pembangunan dan renovasi 83 jembatan.
“Alhamdulillah, seluruh target pembangunan telah kami selesaikan, sehingga total 110 Jembatan Merah Putih Presisi kini telah selesai dibangun di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau,” ujar Kombes Ketut, Minggu (28/6).
Perwira menengah Polri berpangkat melati tiga itu menjelaskan, pembangunan 110 jembatan tersebut merupakan implementasi langsung arahan Presiden agar negara hadir menjawab persoalan mendasar masyarakat, khususnya terkait akses pendidikan, keselamatan, dan peningkatan kesejahteraan.
"Karena itu, Satgas terus bekerja secara bertahap hingga seluruh target dapat diselesaikan menjelang Hari Bhayangkara ke-80," tegasnya.
Kombes Ketut mengungkapkan, pelaksanaan pembangunan melibatkan personel gabungan Polda Riau yang terdiri atas Satbrimob, Ditsamapta, Ditpolairud, serta personel dari polres jajaran Polda Riau.
Mereka diterjunkan ke berbagai wilayah dengan karakteristik geografis yang beragam, mulai dari kawasan pesisir, kepulauan, bantaran sungai, hingga daerah pedalaman.
“Jembatan ini membuka akses anak-anak menuju sekolah dengan lebih aman, memudahkan masyarakat menuju fasilitas pelayanan kesehatan, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta menggerakkan roda perekonomian desa. Inilah makna sesungguhnya dari pengabdian Polri kepada masyarakat,” ungkapnya.
Respons Kapolda
Merespons hal itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan momentum Hari Bhayangkara menjadi waktu yang tepat untuk mempersembahkan hasil kerja tersebut kepada masyarakat. Menurutnya, hal itu bukan hanya menjadi capaian pembangunan, melainkan juga simbol gotong royong, kepedulian, dan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat.
“Insya Allah, apabila tidak ada perubahan, ini akan menjadi momentum yang sangat istimewa. Masyarakat tidak hanya merasakan kemeriahan Hari Bhayangkara, tetapi juga menerima manfaat nyata berupa infrastruktur yang telah selesai dibangun,” ujar Irjen Herry.
Jenderal bintang dua itu optimistis seluruh Jembatan Merah Putih Presisi yang telah selesai dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan bersama oleh masyarakat sebagai penghubung aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi.
“Semoga seluruh jembatan ini menjadi warisan pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Bagi kami, Hari Bhayangkara terbaik adalah ketika kehadiran Polri benar-benar memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat,” pungkasnya.