Liputan6.com, Jakarta - Duka mendalam dirasakan oleh Syua dan Sanum, dua bersaudara asal Tangerang yang harus melanjutkan hidup setelah kehilangan kedua orang tua mereka. Tragedi pilu itu bermula ketika Edih dan Ridanti Amalia, orang tua mereka, mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengantarkan pesanan secara daring.
Keduanya meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka kendarai ditabrak sebuah taksi di kawasan Gading Serpong, Tangerang. Peristiwa tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarga sekaligus menyisakan ketidakpastian bagi masa depan kedua anak mereka.
Advertisement
Pascakejadian itu, Syua dan Sanum tinggal bersama nenek mereka di Panongan, Kabupaten Tangerang. Selain harus menghadapi kehilangan, keduanya juga membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan melanjutkan pendidikan.
Menjawab situasi tersebut, Dompet Dhuafa berkunjung langsung ke kediaman Syua dan Sanum di Panongan, Kabupaten Tangerang. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan dasar, pendidikan, serta pendampingan bagi keduanya.
"Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memberikan harapan baru bagi masa depan mereka," kata Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, Sabtu (27/6/2026).
Memuliakan Anak Yatim
Ahmad menjelaskan, dalam ajaran Islam, memuliakan dan menyayangi anak yatim merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda:
"Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini," kemudian beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkan sedikit keduanya. (HR Bukhari).
Ahmad meyakini, hadis tersebut menunjukkan betapa besar keutamaan membantu dan memperhatikan kehidupan anak yatim. Sebab, kepedulian yang diberikan bukan hanya membantu mereka bertahan menghadapi kehidupan, tetapi juga menjadi jalan kebaikan yang bernilai besar di sisi Allah SWT.
"Kisah Syua dan Sanum menjadi pengingat bahwa anak yatim membutuhkan lebih dari sekadar bantuan sesaat. Mereka membutuhkan dukungan berkelanjutan agar tetap dapat mengakses pendidikan, memperoleh kebutuhan hidup yang layak, serta tumbuh menjadi generasi yang kuat dan berdaya," ujar Ahmad.
Ahmad mengatakan, Program BesTeam menyentuh berbagai aspek, mulai dari pendidikan, pengembangan keterampilan dan bakat, hingga sosial-ekonomi serta kesehatan.
"Harapannya, program ini mampu menyalakan cahaya kehidupan bagi anak yatim," ujarnya.
Selain itu, lanjut Ahmad, Program Donasi Yatim Dompet Dhuafa juga mengajak masyarakat untuk turut ambil bagian dalam menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yatim di Indonesia.
Ahmad optimistis setiap donasi yang disalurkan akan menjadi bentuk kepedulian nyata untuk mendukung kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan mereka.
"Dengan hadirnya kepedulian dari banyak orang, mereka dapat merasakan bahwa masih banyak tangan yang siap menguatkan langkah mereka menuju masa depan," katanya.
"Mari bersama memuliakan anak yatim dan menghadirkan harapan baru bagi mereka, karena setiap anak yatim berhak memiliki masa depan yang cerah dan kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya," tutup Ahmad.