Pesawat Tujuan AS Mendarat Darurat di Jepang Usai Penumpang Meracau di Tengah Penerbangan

Pesawat United Airlines yang mendarat darurat di Jepang itu mengangkut 285 penumpang dan 16 awak kabin.

oleh Dinny MutiahDiterbitkan 29 Juni 2026, 05:00 WIB
Ilustrasi pesawat United Airlines. (dok. Skeeze/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Liputan6.com, Jakarta - Gara-gara penumpang meracau di tengah penerbangan, pesawat United Airlines tujuan San Francisco, Amerika Serikat, terpaksa mendarat darurat di Jepang. Penerbangan United UA858 itu lepas landas dari Bandara Shanghai Pudong pada pukul 12.43 siang pada Rabu, 24 Juni 2026.

Penerbangan dengan pesawat Boeing 777-300 itu membawa 285 penumpang dan 16 awak kabin. Sekitar dua jam setelah lepas landas, awak pesawat mengalihkan penerbangan ke Bandara Tokyo Narita, tempat pesawat mendarat pada pukul 16.37 waktu setempat, menurut data pelacakan penerbangan.

Setelah pesawat mendarat, setidaknya tujuh petugas dari Kepolisian Prefektur Chiba naik ke pesawat dan mengawal penumpang berbahasa Mandarin yang menjadi pusat keributan tersebut keluar dari pesawat.

"Dia melemparkan semua dokumen di kantong kursinya ke udara, berteriak kata-kata kasar secara berkala, dan juga secara berkala mulai memukul dirinya sendiri," kata seorang saksi, dikutip dari NY Post, Jumat, 26 Juni 2026.

Keterangan yang sama menggambarkan konfrontasi dengan awak kabin, termasuk klaim bahwa penumpang tersebut menuduh staf mencoba untuk 'menindasnya'. Dalam satu kesempatan, seorang pramugari mencoba untuk menengahi tetapi dilaporkan mendapat perlawanan fisik.

"Kapten awak [pramugari] beberapa kali menepuk bahunya untuk menarik perhatiannya. Dalam refleks terkejut tanpa melihat siapa itu, dia menyikut balik," kata saksi tersebut. Gangguan berlanjut selama layanan makan, dengan penumpang mengatakan dia melemparkan kemasan makanan ke lantai dan berulang kali berteriak di dalam kabin.

Penumpang Bermasalah Diturunkan dari Pesawat

Penerbangan United Airlines ke Boston Dialihkan karena Insiden Muntah yang Bikin Penumpang Histeris

Petugas keamanan penerbangan dilaporkan mengeluarkan peringatan sebelum kapten membuat keputusan untuk mengalihkan pesawat karena alasan keselamatan. Setelah mendarat di Tokyo, polisi mengawal penumpang tersebut keluar dari pesawat.

Beberapa penumpang mengatakan ada kebingungan di dalam pesawat tentang pengusiran tersebut. "Secara pribadi, saya merasa itu adalah campuran dari kesalahpahaman, reaksi berlebihan, dan kesalahan manajemen dari kedua belah pihak," kata seorang penumpang.

Setelah pemberhentian yang tidak terjadwal, penumpang melaporkan bahwa ditemukan masalah perawatan yang menunda perjalanan selanjutnya. Penerbangan akhirnya dilanjutkan sekitar pukul 18.15 dan melanjutkan perjalanan ke San Francisco, tiba sekitar satu jam 40 menit lebih lambat dari jadwal setelah penundaan tersebut.

Bukan sekali ini penerbangan United Airlines mengalami disrupsi. Sebelumnya, seorang penumpang pesawat berulah di tengah penerbangan United Airlines UA2005 dari Chicago menuju Minneapolis. Ia mencoba menerobos masuk ke dalam kokpit, diduga hendak membajak pesawat.

Pesawat Mendarat Darurat

Photo by Tim Gouw on Unsplash

Insiden yang terjadi pada Jumat, 29 Mei 2026, itu memaksa pesawat mendarat darurat di Bandara Regional Dane County (DCRA) di Madison Wisconsin. Pihak maskapai kepada People, dikutip Minggu, 31 Mei 2026, mengonfirmasi insiden itu dengan menyatakan 'penumpang yang tidak tertib' sebagai penyebabnya.

Insiden bermula dari pesawat berangkat dari Bandara Internasional Chicago O'Hare pukul 8 malam waktu setempat untuk penerbangan rutin selama dua jam, menurut laporan WMTV, WTVM, dan Metro. Seorang penumpang pria tidak dikenal, yang diduga 'mengoceh dalam bahasa Rusia', mencoba memaksa masuk ke kokpit, menyebabkan perkelahian di dalam pesawat, menurut laporan media tersebut.

Pilot diduga menggunakan kode squawk 7500 selama insiden tersebut — sinyal kontrol lalu lintas udara yang merujuk pada pembajakan pesawat, menurut laporan Metro. Kantor Sheriff Dane County (DCSO) mengeluarkan penumpang tersebut dari pesawat dan dia ditahan, menurut WTVM.

Kode Squwak 7500

Ilustrasi pesawat United Airlines 767 (dok. Unsplash/David Syphers)

Menurut United Airlines, ada 147 penumpang dan enam awak pesawat di dalam pesawat tersebut. Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut. Menurut FlightRadar24, kode squawk 7500 'memungkinkan pilot untuk menghubungi Pengontrol Lalu Lintas Udara secara diam-diam'.

"Apa yang terjadi setelah kode ini dikirimkan bervariasi, tetapi biasanya, pasukan keamanan cenderung terlibat. Prosesnya, yang digambarkan dalam film dan TV, adalah pengawalan oleh pesawat militer dan pihak berwenang mungkin juga menunggu saat kedatangan," demikian pernyataan situs web tersebut.

Pihak berwenang federal sedang menyelidiki insiden tersebut, menurut WMTV. DCRA melanjutkan operasi normal setelah penangkapan penumpang tersebut.

Insiden itu hanya berselang sekitar dua minggu setelah pesawat Qantas tujuan Dallas, Amerika Serikat, mendarat darurat di Tahiti. Penyebabnya adalah seorang penumpang diduga menggigit awak kabin. Video yang merekam penumpang yang berulah itu kemudian viral di media sosial.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya