Jasa Marga Genjot Penghijauan Jalan Tol, Tanam Lebih dari 7.000 Pohon

Program penghijauan yang dijalankan memberikan manfaat ekologis yang terukur, mulai dari peningkatan kualitas udara dan penambahan ruang terbuka hijau.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 25 Juni 2025, 21:30 WIB
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat komitmen dalam pengelolaan Green Toll Road dan transformasi kawasan rest area berkelanjutan melalui berbagai program penghijauan, pengembangan koridor hijau, serta revitalisasi fasilitas pelayanan di jalan tol.

Seperti dilansir Antara, Kamis (25/6), Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan implementasi prinsip keberlanjutan dilakukan melalui berbagai inisiatif, mulai dari pengembangan jalan tol hijau, pengelolaan rest area yang lebih ramah lingkungan, hingga program penanaman pohon yang dilakukan secara rutin.

Ia menyampaikan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mendorong pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon serentak di seluruh wilayah operasional Jasa Marga Group sepanjang Juni 2026 dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Seremoni kegiatan digelar di Travoy Rest KM 792A Jalan Tol Gempol–Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (24/6).

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia dimanfaatkan perseroan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur jalan tol berkelanjutan melalui pengembangan Green Toll Road, program Green Corridor, dan transformasi kawasan rest area sebagai bagian dari ekosistem hijau Jasa Marga Group.

Dalam program di Travoy Rest KM 792A, Jasa Marga menanam 200 pohon pule yang dipilih karena memiliki kemampuan menyerap karbon dan menghasilkan oksigen dengan baik. Pohon tersebut juga menghasilkan guguran daun yang relatif minim sehingga lebih mudah dipelihara serta memiliki sistem perakaran yang kuat dan dalam.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penanaman lebih dari 7.000 pohon yang dilakukan Jasa Marga Group sepanjang 2026. Program ini juga menjadi wujud integrasi penghijauan koridor jalan tol dengan penataan fasilitas pelayanan bagi pengguna jalan.

Menurut Rivan, program penghijauan yang dijalankan memberikan manfaat ekologis yang terukur, mulai dari peningkatan kualitas udara, penambahan ruang terbuka hijau, hingga peningkatan daya resap air.

"Program penghijauan yang dilakukan memiliki manfaat yang terukur, di antaranya menghasilkan manfaat ekologis berupa peningkatan kualitas udara, penambahan ruang terbuka hijau, peningkatan daya resap air, serta mampu memberikan pengukuran dampak lingkungan yang lebih akurat sebagai bukti nyata implementasi ESG perseroan," kata Rivan.

 

Pengelolaan Lingkungan

Untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih terukur, Jasa Marga mulai menghadirkan sistem pemantauan digital yang mampu mengukur jejak karbon, memantau pertumbuhan pohon secara berkala, serta menghitung potensi penyerapan karbon (carbon offset).

Sistem tersebut menjadi fondasi pengembangan program Green Corridor yang akan diterapkan secara bertahap di seluruh lokasi penanaman pohon milik Jasa Marga Group.

Secara historis, program penghijauan perseroan terus menunjukkan peningkatan. Pada 2023, Jasa Marga menanam 14.267 pohon, meningkat menjadi 50.762 pohon pada 2024, dan sebanyak 31.130 pohon pada 2025. Perseroan menargetkan jumlah tersebut terus meningkat setiap tahun, baik di wilayah jalan tol maupun kawasan rest area.

Selain memperkuat koridor hijau, Jasa Marga juga melanjutkan transformasi kawasan rest area menjadi ruang publik yang lebih modern, nyaman, dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Revitalisasi Travoy Rest dilakukan melalui penataan fasad tenant UMKM, pembaruan signage dan lanskap kawasan, peningkatan kualitas fasilitas umum seperti toilet dan area duduk, serta penguatan kompetensi petugas frontliner.

Kawasan tersebut juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, antara lain area ritel, area parkir yang lebih tertata, SPBU, SPKLU, ATM Center, klinik kesehatan, ruang terbuka hijau, tempat ibadah, restoran, hingga saung terbuka dengan fasilitas toilet yang bersih.

Transformasi Travoy Rest menjadi bagian dari strategi Jasa Marga dalam mengoptimalkan aset melalui pengembangan kawasan berbasis pengalaman pelanggan sekaligus mendukung peningkatan pendapatan usaha lain.

Pada 2025, pendapatan usaha lain dari bisnis rest area tercatat mencapai Rp 783,2 miliar atau tumbuh 21,7 persen dibandingkan realisasi pada 2024 sebesar Rp 643,6 miliar.

Seluruh inisiatif tersebut juga sejalan dengan misi Danantara Indonesia dalam membangun BUMN yang mampu menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya